WH - Ratna Suharta

Pengamat: Gubernur WH bisa usul ke Presiden berhentikan Sekda Banten

Serang, SUARA TANGERANG –  Pengamat Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Ikhsan Ahmad mengatakan,  Gubernur provinsi Banten Wahidin Halim (WH) perlu bersikap tegas terhadap Sekretaris Daerah  (Sekda) Banten Ranta Soeharta yang telah mengikuti pencalonan di Pilkada Kota Serang 2018.

Persoalannya, Ratana yang sudah mendeklarasikan diri dan mendaftar lewat jalur partai politik untuk maju di Pilkada Kota Serang 2018 nanti, kini belum mengundurkan diri dan masih aktif menjalankan tugas sebagai Sekda Banten.

Kata dia, sebagai Gubernur WH dapat mencotoh sikap Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang menunjukan ketegasannya, berkirim surat usulan pemberhentian Sekda Jabar Iwa Kartiwa kepada Presiden Jokowi, karena nama Iwa Kartiwa disebut-sebut akan mencalonkan diri pada Pilgub Jabar 2018.

Sikap tersebut perlu dilakukan untuk menjaga kode etik dan netralitas aparatur sipil negara (ASN) dalam Pilkada.

Ia mengatakan, dalam politik, yang perlu dicatat bukan hanya persoalan legalitas formal, tapi ada yang lebih fundamental, yakni persoalan moral.

“Dalam konteks moral, politik bukan saja berbicara legalitas formal hak dan kewajiban. Artinya pencalonan diri Sekda Banten di Pilkada Kota Serang mestinya harus dikaitkan dengan upaya menunjukkan kedewasaan dan pendidikan politik yang matang bagi kalangan birokrasi dan masyarakat yang selama ini menganggap birokrasi tidak pernah netral secara substansial dan selalu menjadi masalah dgn keberpihakannya,” kata Ikhsan, Sabtu (5/8).

Untuk memberikan pendidikan politik yang baik terhadap masyarakat, lanjut Ikhsan, sudah seharusnya Sekda Banten Ranta Soeharta legowo untuk melepaskan jabatannya dan konsentrasi pada keinginan politiknya mencalonkan di Pilkada Kota Serang.

“Sedari awal punya niat saja harusnya mundur,” ucap Ikhsan yang mengajar Politik dan Ekonomi di beberapa kampus di Banten itu.

Apabila Sekda Banten Ranta Soeharta tidak mau mundur, Ikhsan menyarankan agar Gubernur Banten Wahidin Halim untuk mengambil langkah tegas dengan mengirimkan surat usulan pemberhentian jabatan Sekda kepada Presiden Jokowi, seperti yang juga dilakukan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan kepada Sekda Jabar Iwa Kartiwa.

“Harus itu (diusulkan diberhentikan-red),” terang Ikhsan.

Diketahui, Sekda Banten Ranta Soeharta sudah secara terbuka mencalonkan diri di Pilkada Kota Serang. Bahkan Ranta sudah mendaftar penjaringan bakal calon ke beberapa partai politik, serta melakukan sosialiasi pencalonan sebagai Wali Kota Serang melalui media sosial, spanduk, banner pohon dan alat peraga kampanye lainnya.

 

Bagi ASN, langkah Sekda Banten yang mengikuti politik praktis dinilai sebagai contoh yang tidak bagi aparatur pemerintahan. Sikap Ranta dinilai bisa berpengaruh terhadap asas netralitas yang benar-benar harus dipatuhi oleh ASN.

Tak hanya soal netralitas, keikutsertaan Sekda Banten Ranta Soeharta dalam kontestasi Pilkada juga dianggap bisa mempengaruhi produktivitasnya sebagai ASN, karena akan disibukkan dengan proses tahapan pencalonan.

“Sebagai Pejabat ASN tertinggi, harusnya bapak mencontohkan pada kami tentang Netralitas dan Disiplin ASN,” tulis Risan Syachda Aulia, pegawai ASN di Pemprov Banten dalam akun media sosial facebook.

Dalam postingan tersebut, Risan juga menyertakan kalimat bertanda pagar #BeraniNyalonBeraniMundur. (1st/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Pilkada Tangsel, Aktivis FKC sayangkan debat seputar isu kesehatan berakhir tragis

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Bergulirnya debat seru antara kubu Muhamad melawan kubu Benyamin Davnie ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com