Tangerang dalam pusaran sejarah

Tangerang dalam pusaran sejarah

SUARA TANGERANG – Kini Kabupaten Tangerang berusia 74 tahun. Daerah yang terdiri dari 29 kecamatan, 246 desa, dan 28 kelurahan ini lahir sejak 27 Desember 1943. Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Tigaraksa. Tangerang merupakan daerah yang memiliki sebutan “Seribu Satu Industri”.

Jumlah penduduk Kabupaten Tangerang pada tahun 2014 sebanyak 3.154.790 jiwa. Data tersebut diambil dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tangerang.

Firmansyah

Firmansyah

Dalam rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Tangerang ke-74, pemerintah setempat menggelar berbagai kegiatan. Dengan mengusung tema Mandiri, Kreatif, dan Berbudaya. Pemkab Tangerang mengajak masyarakat untuk berpartisipasi sekaligus menjadi bagian dari kegiatan tersebut.

Disediakan wahana permainan kuliner, pentas seni yang bisa dinikmati masyarakat,dan Booth. Tidak hanya itu, para komunitas anak muda Kabupaten Tangerang diberikan kesempatan untuk menampilkan bakat pada ivent Tangerang Youth Festival 2017 . Sedangkan bagi pecinta otomotif, bisa menikmati beragam kendaraan unik dan modifikasi pada ajang Tangerang Autofest 2017.

Untuk lebih memeriahkan HUT, kegiatan yang dimulai tanggal 27 Desember hingga pagelaran malam puncak tanggal 30 Desember, panitia akan menampilkan band dengan menghadirkan penyanyi ibu kota.

Pastinya tidak sedikit anggaran yang dikeluarkan. Untuk itu, pemerintah harus mampu menghemat anggaran dengan tidak membelanjakan pada kegiatan yang tidak penting. Idealnya anggaran hanya digunakan untuk membiayai kegiatan prioritas yang mendukung pencapaian tujuan pembangunan.  Keculai dari sponshorship,

APBD tidak pantas dihamburkan. Karena sebenarnya masih bayak program yang belum  terealisasi.

Sejumlah proyek yang sedang berlangsung di Kabupaten Tangerang, seperti RSUD Pantura di Pakuhaji, Stadion Mini Kecamatan, Kantor keagamaan Kecamatan, pembangunan jalan, dan pembangunan gedung-gedung sekolah. Semua itu sedang dalam proses penagihan, dan penyelesaian fisik. Artinya butuh perhatian khusus.

Pekerjaan lainnya, yang menyediakan anggaran besar, ialah pembebasan lahan untuk jaringan jalan, pembebasan lahan sebagian untuk sports center, serta anggaran untuk KPUD Kabupaten Tangerang untuk pelaksanaan Pilkada 2018. Hingga menjelang akhir tahun, sekitar 38 persen dari 5 triliun APBD Kabupaten Tangerang belum terserap.

Kabupaten Tangerang adalah daerah dengan penyerapan anggaran yang paling rendah. Masih 38 persen dari total APBD, tentunya bayak anggaran yang belum dimaksimalkan. Seharusnya pemerintah bisa memprioritaskan anggaran untuk kepentingan masyarakat lyas, mulai pendidikan, kesehatan, sosial budaya, dan infrastuktur.

Memang harus diakui bahwa perubahan dan kemajuan yang ada di Kabupaten Tangerang kian meningkat. Hal ini dilihat dari pertumbuhan ekonominya. Tapi dibanding daerah lain yang sudah maju terasa masih kurang. Walaupun demikian harapan dan cita cita masyarakat belum sepenuhnya terpenuhi.

Pembangunan yang ada saat ini hanya bersifat pembangunan fisik saja, belum berorientasi pada masyarakat atau human oriented, bukan pada pembangunannya itu sendiri. Pemerintah harus berpikir keras agar bisa mewujudkan masyarakat yang tak lagi miskin, bodoh, dan tertinggal.

Pada usia ke-74 tahun ini butuh keseriusan dalam menyelesaikan permasalahan daerah Kabupaten Tangerang sekaligus dapat mewujudkan Tangerang mandiri, kreatif dan berbudaya.

Semoga kemeriahan acara HUT 74 tahun Kabupaten Tangerang tidak semata-mata politik belaka. HUT seyogyanya bukan untuk membangun pencintraan. Tidak pula  Mlmenggunakan anggaran APBD. Karena kita melihat pemerintah juga sudah mengalokasikan anggaran sangat besar untuk KPUD Kabupaten Tangerang. Dana tersebut sedianya diberikan untuk pelaksanaan Pilkada 2018.

Pada Pilkada 2018, siapapun pemenangnya harus fokus pada tujuan pembangunan Kabupaten Tangerang. Semua harus berorientasi pada kebutuhan dasar yang menjadi harapan dan keinginan masyarakat. Tidak serta merta mengeruk uang rakyat untuk kepentingan pribadi dan partai pengusungnya.

Pemimpin terpilih harus benar-benar menjadi pelayan masyarakat dan tidak alergi pada rakyat. Ia harus mengetahui terhadap persoalan masyarakat sekaligus mampu mengangkat kesan positif yang berkualitas. Pemerintah dan masyarakat harus saling membantu dalam realisasi pembangunan dan pertumbuhan diberbagai sektor.

Ditulis Oleh: Firmansyah, Mahasiswa Universitas Bina Bangsa. Aktif di Ikatan Mahasiswa Kabupaten Tangerang

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Dawam Rahardjo

Dawam, guru para intelektual

SUARA TANGERANG – Dorongan menulis kenangan tentang Pak Dawam demikian kuat. Namun selalu juga ragu. ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com