Firmansyah

Politik Dinasti pada Demokrasi Kabupaten Tangerang

SUARA TANGERANG – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar-Mad Romli mendeklarasikan diri untuk maju di Pilkada Kabupaten Tangerang 2018. Setelah deklarasi, pasangan ini resmi mendaftar di KPU. pasangan Zaki-Romli diusung 12 partai yakni, Golkar, PDI Perjuangan, PPP, Demokrat, Gerinda, NasDem, PAN, PKB, Hanura, PKS, Partai Bulan Bintang dan PKPI. Telah memborong semua partai akan berpotensi calon tunggal, masyarakat tau Ahmed Zaki Iskandar adalah calon bupati petahana yang mengakar karena daerah yang di pimpinan sebelumnya pernah di pimpinan oleh ayahnya, ismet Iskandar Bupati Tangerang priode sebelumnya .

Pada demokrasi di Kabupaten Tangerang Jangan sampai  termasuk kedalam Politik dinasti yang dapat diartikan sebagai sebuah kekuasaan politik  yang dijalankan oleh sekelompok orang yang masih terkait dalam hubungan keluarga.  Seharusnya Dinasti politik lebih indenik dengan kerajaan. sebab kekuasaan akan diwariskan secara turun temurun dari ayah kepada anak. agar kekuasaan akan tetap berada di lingkaran keluarga

Dinasti politik harus dilarang dengan tegas, karena jika makin maraknya praktek ini di berbagai pilkada dan pemilu legislatif, maka proses rekrutmen dan kaderisasi di partai politik tidak berjalan atau macet. Jika kuasa para dinasti di sejumlah daerah bertambah besar, maka akan kian marak korupsi sumber daya alam dan lingkungan, kebocoran sumber-sumber pendapatan daerah, serta penyalahgunaan APBD dan APBN.

Mengakibatkan Munculnya Dinasti Politik, Adanya keinginan Dalam diri atau pun keluarga untuk memegang kekuasaan, kelompok terorganisir karena kesepakatan dan kebersamaan Dalam kelompok sehingga terbentuklah penguasa kelompok dan pengikut kelompok,terjadinya kolaborasi antara penguasa dan Pengusaha untuk mengabungkan kekuatan modal dengan kekuatan Politisi, maka ada Pembagian tugas antara kekuasaan politik dengan kekuasaaan Modal Sehingga Mengakibatkan terjadinya KORUPSI

Dampak Negatif Apabila Politik Dinasti salalu Diteruskan akan Menjadikan partai sebagai mesin politik semata yang pada gilirannya menyumbat fungsi ideal partai sehingga tak ada target lain kecuali kekuasaan. Dalam posisi ini, rekruitmen partai lebih didasarkan pada popularitas dan kekayaan caleg untuk meraih kemenangan. Di sini kemudian muncul calon instan dari kalangan selebriti, pengusaha, “darah hijau” atau politik dinasti yang tidak melalui proses kaderisasi.

Sebagai konsekuensi logis dari gejala pertama, tertutupnya kesempatan masyarakat yang merupakan kader handal dan berkualitas untuk bersaing . Sirkulasi kekuasaan hanya berputar di lingkungan elit dan pengusaha semata sehingga sangat potensial terjadinya negosiasi dan penyusunan konspirasi kepentingan dalam menjalankan tugas kenegaraan.

Bisa di lihat bagaimana demokrasi dan pendidikan politik warga. Seharusnya partai yang berperan menciptakan dan mendidik calon pemimpin agar adanya kompetisi membuat kualitas demokrasi akan semakin baik. Selain itu, warga tidak sadar akan politik daerah dan sisi masyarakat, selama ini belum melek politik dan masih melihat petahana dan keluarganya sebagai yang terbaik. Ini menunjukkan bahwa ada keterbatasan akses warga untuk mendapatkan informasi yang berimbang.

Jika masyarakat sudah jenuh terhadap calon dari dinasti politik maka masyarakat secara bersama-sama sesuai hak konstitusional yang dijamin oleh UUD 1945 dapat melakukan kampanye untuk mengajak tidak memilih calon dari dinasti politik. Dan jika politik dinasti masih kuat Gerakan memilih kotak kosong bisa menjadi model baru perlawanan terhadap petahana yang sejak awal dinilai sudah mencederai demokrasi.

KPUD Tangerang harus memberikan ruang bagi civil society untuk mengkapanyekan “Kotak Kosong” sebagai manifestasi dari kampanye-kampanye ketidak setujuan. Baik yang setuju maupun tidak harus diberikan porsi yang sama.

Harapan masyarakat tentunya harus ada yang berani mengadu program dengan petahana. Jangan sampai KPUD tidak mengkapanyekan “kotak kosong” jika calon  tidak memiliki lawan siap melawan melambung kosong tetapi ketika pemilihan menang, artinya Bupati daerah tersebut memang di harapkan oleh rakyatnya.

Ditulis Oleh : Firmansyah, Mahasiswa Universitas Bina Bangsa. Aktif di Ikatan Mahasiswa Kabupaten Tangerang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Dawam Rahardjo

Dawam, guru para intelektual

SUARA TANGERANG – Dorongan menulis kenangan tentang Pak Dawam demikian kuat. Namun selalu juga ragu. ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com