Ruang kelas tak layak

RDPU Komisi IX DPR RI, FSGI soroti sekolah rusak dan kekerasan di pendidikan

Jakarta, SUARA TANGERANG – Belum tercapainya stadar minimal pendidikan dasar dan menengah di Indonesia menimbulkan berbagai permasalahan pendidikan di berbagai daerah. Diantaranya, standar sarana dan prasarana pendidikan yang jauh dari memadai, kualitas pendidik yang rendah, dan implementasi pendidikan karakter yang masih lemah.

Terkait dengan permasalhan tersebut, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI)menyampaikan beberapa rekomendasi yang perlu diperhatikan oleh para pemangku kebijakan di negeri ini, di antaranya adalah Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, Kementrian dan Dinas terkait untuk memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang masih jauh dari harapan, serta kekerasan di dunia pendidikan yang sudah sampai pada tingkat yang paling mengkhawatirkan.

Rekomendasi tersebut disampaikan FSGI dalam forum Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi IX DPR RI, pada Selasa , Februari 2018, di Gedung Nusantara I DPR RI, Jakarta.

Dari 8 (delapan) SNP, FSGI fokus membahas standar sarana dan prasarana, standar penilaian serta standar pendidik dan tenaga kependidikan.

Terkait dengan standar sarana dan prasarana pendidikan, FSGI menyampaikan sejumlah data sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan sedang dan berat, namun bertahun-tahun tak kunjung diperbaiki, padahal membahayakan keselamatan guru dan siswa serta menjadi penghambat pelaksanaan kurikulum 2013 dalam proses pembelajaran di sekolah-sekolah tersebut.

“Data Sekolah Rusak sedang dan berat yang dimiliki datanya oleh FSGI, berasal dari  Bekasi dan Bandung  – Jawa Barat,  DKI Jakarta,  Serang – Banten serta Lombok  dan Bima (NTB), di antara adalah SDN Merdeka di Desa Gudang Kahuripan, Lembang, Kabupaten bandung, Jawa Barat.”  Di SDN ini, “Satu kelas rusak berat akibat tertimpa pohon pada 4 Desember 2017, dan seluruh siswa di kelas tersebut harus bergabung dengan kelas lain untuk mengikuti proses pembelajaran.” Ungkap Sekjen FSGI, Heru Purnomo, Selasa (6/2).

Begitu juga di Kabupaten Bekasi,”Ada ribuan ruang kelas SD dan SMP yang rusak ringan sampai berat, ruang kelas yang rusak  meliputi 23 wilayah kecamatan. Jenjang SD ruang kelas yang rusak ringan 3.220 kelas, rusak sedang 530 kelas dan rusak berat 333 kelas, sedangkan rusak total 290 kelas. Untuk ruang kelas dalam kondisi baik berjumlah 938 ruang kelas. Sedangkan untuk SMP, ruang kelas yang rusak ringan sampai berat mencapai 1.029 ruang,” Lanjutnya, “ 122 ruang rusak sedang , 98 rusak berat,  dan 101 kelas rusak total. Ruang kelas yang dalam kondisi baik dan layak ada 420 kelas, data ini dihimpun pada Desember 2017.” Tutur Heru.

Contoh tersebut, mewakili kondisi fisik beberapa sekolah lainnya, di beberapa daerah lain yang data-datanya telah diungkap dalam RDPU dengan Komis IX DPR RI.

Hal lain yang juga menjadi sorotan FSGI adalah tingginya kasus kekerasan di sekolah.  Salah satunya , kasus Sampang yang menggegerkan, seorang siswa tega menganiaya gurunya hingga tewas.

Menurut Heru,  seharusnya ini menjadi momentum para pendidik melalui organisasi-organisasi profesi guru untuk mendorong pemerintah memperbaiki sistem pendidikan dan sistem perlindungan guru dalam menjalankan profesinya. “ Guru seharusya mendapatkan pelatihan yang tidak melulu metode pembelajaran, tetapi juga ketrampilan mencegah dan menangani kekerasan di sekolah,” pungkasnya. (1st/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Lahan SMKN 7 Tangsel bermsalah

Dinilai ada kejanggalan dalam proses pengadaan lahan SMKN 7 Tangsel

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Dilansir dari media online MediaBanten.com, bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com