YAPELH laporkan Airin ke Kejari Tangerang

Sampah TPA Cipeucang cemari Cisadane, YAPELH laporkan Airin ke Kejari Kabupaten Tangerang

Kabupaten Tangerang, SUARA TANGERANG –  Yayasan Peduli Lingkungan Hidup (YAPELH) telah  melaporkan Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang.

Laporan tersebut, terkait dengan adanya dugaan pencemaran serta pengrusakan lingkungan hidup yang bersumber dari tempat pembuangan akhir (TPA) Cipeucang Kota Tangerang Selatan.

Laporan ini, merupakan hasil dari investigasi yang dilakukan oleh YAPELH pada Kamis, 8 Februari 2018, ketika air Sungai Cisadane meluap.

“Dari hasil investigasi di lapangan, kami menemukan bahwa sumber sampah yang selama ini mengambang mengikuti arus Sungai Cisadane itu, bersumber dari TPA Cipeucang,” kata Direktur YAPELH, Uyus Setia Bakti, saat ditemui di kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang, Senin (26/2).

Menurutnya, sampah – sampah dari hulu yang terbawa arus ke hilir itu dikarenakan TPA milik Pemkot Tangsel di Cipeucang itu hanya berjarak 20 sampai 30 meter dari bibir sungai tanpa ada pembatas, “Wajar saja. Kemudia ketika air Sungai Cisadane meluap sampah-sampah itu akan terbawa arus dengan sendirinya,” ujar Uyus.

Selain dinilai tidak ada jarak dengan sungai, dalam pengelolaan air lindih TPA Cipeucang juga tidak maksimal. Dimana, banyak ditemukan air lindih dari TPA itu langsung mengalir ke Sungai Cisadane tanpa melalui proses instalasi pengelolaan limbah (Ipal).

Karena itu, pihaknya menuding selama ini Pemkot Tangsel telah melanggar Undang – Undang No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dan Undang-Undang No 32 Tahun 2009 tetang Lingkungan Hidup.

“Karena persoalan ini kami anggap menjadi permasalahan lingkungan hidup yang sangat serius, maka kami adukan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang dengan harapan dapat segera ditindaklanjuti dan ditelusuri apa yang kami laporkan ini, serta pihak-pihak yang bertanggung jawab segera dipanggil, serta diberikan sangsi yang tegas,” ungkapnya.

Seharusnya terang Uyus, sejak tahun 2013 itu Pemkot Tangsel sudah tidak boleh lagi menggunakan sistem pengelolaan sampah secara open dumping sesuai Undang – Undang 18 Tahun 2008. Namun, sampai saat ini Pemkot Tangsel dalam pengelolaan itu masih secara terbuka.

“Saya juga mendapatkan informasi dari berbagai Media bahwa, TPA Cipeucang itu sudah ditutup oleh Pemkot Tangsel, tapi kenyataannya sampai saat ini TPA itu masih terus beroperasi dengan sistem open dumping,” jelasnya.

Uyus juga menambahkan, sebelum melakukan laporan kepada Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang ini pihaknya juga sudah melakukan klarifikasi terlebih dahulu kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan.

Karena pada saat itu pihaknya tidak puas dengan jawaban yang diberikan oleh PLT Kepala Dinas Lingkungan Hidup yang dijabat oleh Mukodas Syuhada tidak mendapatkan klarifikasi yang maksimal. Lantaran pada saat itu PLT itu hanya memiliki waktu 10 menit dan akhirnya ia langsung melakukan langkah untuk melaporkan persoalan ini ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang.

Selain itu, hal ini juga merupakan langkah pencegahan dan ke khawatiran YAPELH terhadap TPA Cipeucang itu sebelum  membawa bencana seperti kejadian meledaknya TPA Leuwigajah di Bandung, Jawa Barat pada tahun 2005 silam.

“Oleh karena itu, pihaknya berharap kepada Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang agar dapat menindaklanjuti persoalan ini dengan seadail – adilnya dan sebaik-baiknya,” tandasnya. (H3n/*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Urban Farming 2 Ha di Tangsel

Dua hektar lahan tidur di Tangsel akan dijadikan kawasan urban farming

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Melalui program Bina Lingkar Kampu, “Penataan dan Pengelolaan Kawasan Integrated ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com