BREAKING NEWS
Ambiente Talents 2018

Desainer muda Indonesia unjuk gigi di Ambiente Talents 2018

Jakarta, SUARA TANGERANG – Desainer muda dari Bandung, Freddy Chrisswantra, terpilih untuk memamerkan peralatan dapur hasil karyanya dalam pameran Ambiente Talents 2018 pada 9-13 Februari 2018 di Frankfurt, Jerman. Freddy menjadi satu-satunya peserta dari Indonesia yang lolos tahap seleksi bersama 11 desainer dari seluruh dunia untuk kategori lofts. Ambiente Talents merupakan program pameran Ambiente Messe Frankfurt 2018 untuk mengapresiasi karya desainer muda.

Freddy memamerkan pengembangan peralatan dapur khas Palembang yaitu ba’ke (desain wadah serbaguna untuk bumbu serbuk), huntung (wadah serbaguna dari bahan ogan untuk tempat bawang dan bumbu), dan lepe’ (tatakan piring dan gelas). Untuk membuat lepe’, Freddy menggunakan tumbuhan paku-pakuan yaitu resam (Dicranopteris linearis) yang dikeringkan. Tumbuhan ini tergolong gulma bagi perkebunan sawit. Namun, lepe’ gubahannya berhasil mengangkat resam menjadi bahan baku kerajinan khas Sumatra bagian selatan.

Produk yang diusung Freddy merupakan hasil program pengembangan desain yang dijalankan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan. “Produk yang dikembangkan Freddy merupakan hasil pengembangan desain di bawah program Designers Dispatch Service (DDS) di daerah Palembang, dan melibatkan pelaku usaha setempat,” ungkap Dirjen PEN Arlinda.

Freddy berkolaborasi dengan pelaku usaha Angga Wibowo Gultom dari Hang Ugan di Baturaja, Sumatra Selatan. Produk peralatan dapur karya Freddy pertama kali dipamerkan di Trade Expo Indonesia (TEI) 2017. Produk-produk tersebut berhasil menarik minat pembeli dari mancanegara.

Program DDS mengirim desainer-desainer produk ke daerah-daerah di Indonesia untuk berkolaborasi dengan pelaku usaha setempat. Harapannya, kolaborasi dapat melahirkan produkproduk terobosan yang meningkatkan nilai tambah sehingga mendorong ekspor.

Tahun 2018 menandakan keberhasilan program DDS mendapatkan penghargaan Ambiente Talents untuk kedua kalinya. Pada 2017, desainer Mufti Alem dan UKM Raja Serayu dari Cilacap didaulat tampil di ajang yang sama untuk kategori ethical style. Kolaborasi keduanya dalam DDS tahun 2016 menghasilkan keranjang cucian berbahan dasar bambu dan limbah batik.

Pameran desain produk yang bergengsi

Ambiente Messe Frankfurt merupakan pameran internasional yang paling bergengsi dalam mengangkat kebaruan desain produk di area home decoration, peralatan dapur, produk-produk gaya hidup, cendera mata, perhiasan, aksesori fesyen, dan perabot rumah tangga.

Arlinda mengatakan, produk Indonesia yang ikut ambil bagian dalam pameran ini membuktikan produk Indonesia dapat diterima secara global, sejajar dengan produk-produk kreatif mancanegara lainnya

“Pameran Ambiente ini merupakan ajang bergengsi yang menjadi barometer desain dunia, terutama untuk tren produk-produk unggulan industri yang memiliki tingkat kreasi dan inovasi yang tinggi,” kata Arlinda.

Keikutsertaan Delegasi Indonesia di ajang pameran kali ini didukung oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Bekraf menyokong kegiatan promosi desain nasional yang memiliki keunggulan visual tinggi serta dapat menggerakkan roda industri kreatif secara nasional. Keikutsertaan Indonesia dalam pameran Ambiente Messe Frankfurt 2018 merupakan sinergi dua lembaga pemerintah. Model sinergi ini diharapkan dapat menjadi model program berkesinambungan untuk mengangkat citra desain Indonesia di mata dunia. (1st/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

kedai kopi1

Berkat kegigihan, penyapu jalan ini bisa punya kedai kopi di kawasan BSD Tangsel

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Sukses itu bisa datang dari mana saja, kapan saja, dan ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com