Banksa Suci

Banksa Suci raih juara pertama ajang pemilihan komunitas peduli sungai tingkat provinsi

Serang, SUARA TANGERANG  – Bank Sampah Sungai Cisadane (Banksa Suci) yang mewakili Kota Tangerang  dalam dalam ajang pemilihan komunitas peduli sungai tingkat provinsi yang digelar oleh Dinas Perumahan dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, Kamis ( 29/3) kemarin, berhasil meraih juara pertama.

Diketahui, dalam perlombaan pemilihan komunitas peduli sungai  tingkat provinsi tersebut ada 6 komunitas mewakili kota dan kabupaten di Provinsi Banten. Diantaranya, komunitas Banksa Suci Kota Tangerang, Komunitas Daun Nusantara Kabupaten Lebak, Komunitas Cikal Adventure Kabupaten Serang, Komunitas Pokmas Kali Cisalak Kota Tangsel dan Komunitas Badak Club Kabupaten Pandeglang.

“Digelarnya acara ini diharapkan bisa menjaring komunitas peduli lingkungan khususnya komunitas peduli sungai di Banten,” ujar Endang Sudrajat Kasi Penatagunaan SDA Dinas PUPR Provinsi Banten, Jumat (30/3).

Menurutnya, agar komunitas itu lebih bersinergi dan memotivasi  kelompok masyarakat lainnya untuk  menumbuh kembangkan komunitas baru di bidang lingkungan.

“Komunitas Banksa Suci yang mewakili Kota Tangerang berhasil meraih juara pertama dalam perlombaan ini, disusul juara kedua yaitu Komunitas Stacia Hijau perwakilan Kabupaten Tangerang dan  Komunitas Daun Nusantara Kabupaten Lebak. Insha Allah komunitas yang berhasil meraih juara pertama nanti akan mewakili Provinsi Banten ke tingkat nasional,” jelasnnya.

Sementara, Direktur Exsekutif Banksa Suci Uyus Setia Bhakti mengatakan, keberhasilan yang diraih ini berkat kerja sama dari teman – teman yang selama ini bekerja keras dengan cinta dan ikhlas untuk membangun dan menjaga Sungai Cisadane agar terhindar dari pencemaran sampah rumah tangga mauapun limbah industri.

“Barangkali melalui lomba ini merupakan langkah awal untuk memuliakan keberadaan dan fungsi sungai, sehingga semua insan menyadari bahwa Sungai Cisadane adalah sumber air kehidupan yang tidak  terganti dengan apapun,” ucap pria yang akrab dipanggil Kang Uyus.

Karena itu ia berharap, supaya penyelamatan sumber air dan sungai dapat dilakukan lebih massif, dan menghindari dari ceremonial belaka.

“Penegakan hukum terhadap perusakan sumber daya air untuk lebih dioptimalkan lagi oleh pemerintah dan melibatkan partisipasi masyarakat yang berbasis pada kearifan lokal,” tandasnya. (H3n/T’6or)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Tujuh instruksi Presiden untuk Polri

Jakarta, SUARA TANGERANG – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan tujuh instruksi untuk dijadikan pedoman dalam ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com