SMA Negeri 10 Tangerang

Dipungut biaya study tour, orang tua siswa SMA Negeri 10 mengadu ke media massa

Kota Tangerang, SUARA TANGERANG  – Berbagai dalil atau alasan sering digunakan pihak sekolah untuk membenarkan sejumlah pungutan yang dikategorikan sebagai pungutan liar dari perserta didik, orang tua atau walinya.

Salah satunya, adalah biaya study tour. Biaya ini merupakan salah satu dari sekian banyak jenis pungutan liar yang kerap dilakukan pihak sekolah mulai dari SD, SMP sampai SMA.

Seperti halnya dengan pungutan liar di SMAN 10 Kota Tangerang,  dengan dalil hendak melakukan study tour atau jalan-jalan ke Yogyakarta, pihak sekolah telah memungut  biaya sebesar Rp 1,380 per siswa untuk membiayai kegiatan tersebut.  Informasi ini diketahui dari orang tua siswa dan bukti rekaman vidio saat para wali siswa itu sedang membayar uang untuk keperluan study tour.

Salah satu orang tua siswa yang tidak mau disebutkan namanya, merasa keberatan dengan adanya study tour ke Yogyakarta yang akan dilakukan pihak sekolah, SMAN 10 Kota Tangerang.

“Saya merasa keberatan dengan kegiatan study tour  ke Yogyakarta yang akan dilaksanakan pihak sekolah. Hal ini lantaran anak saya baru duduk di kelas X,” ucapnya saat ditemui awak media, Sabtu (31/3).

Dia mengaku merasa terpaksa membayar biaya study tour  karena tuntutan anaknya.

“Terpaksa saya bayar lantaran anak saya menuntut karena merasa gak enak kalau tidak ikut,” tandasnya.

Setelah mendapatkan laporan dari wali siswa tersebut, beberapa awak media langsung mengkonfirmasi masalah ini ke pihak sekolah, akan tetapi belum ada yang merespon terkait keluhan wali siswa tersebut hingga berita ini diterbitkan.  (T’gor)

 

4 comments

  1. Maaf demi kenyamanan bersama.. saya ingin tau lebih detail mengenai kejadianya dan siapa yang melaporkan berita ini
    Mohon bisa untuk kontak kami
    : Wiranatasutoyo123@gmail.com

  2. orang tua saya pernah bertanya ke wali kelas saya, “bagaimana kalau tidak ikut study tour/study campus?”, wali kelas saya menjawab “anak ibu sama ibu silahkan pergi ke universitas mana saja, lalu minta tanda tangan dari …… (orang tua saya lupa waktu itu wali kelas saya minta tanda tangan dari siapa, sepertinya ke dosen tp saya lupa), nanti tanda tangan itu sebagai bukti kalau anak ibu sudah ke suatu universitas, jadi menurut saya tidak ada pemaksaan, mungkin anaknya merasa malu kalau dia tidak ikut study campus

  3. Maaf sebelumnyaa menurut saya ini tidak ada paksaan untuk ikut studytour dan yang gaikut juga gapapa asal pergi ke universitas,ya mungkinn anak yang melaporkan ini malu tidak ikut study tour sehingga melaporkan kejadian ini ke media massa,dan seharusnya ini tidak cocok untuk dipost dan saya memohon dengan detail siapa yang melaporkan berita seperti ini terimakasih;),kirim ke email saya ferdigunawan009@gmail.com

  4. Integritas keterbukaan

    Sebenarnya kedua belah pihak saling intropeksi dan berpikir sebab akibat dan kalau dari segi orangtua maaf ada yang mampu dan ada yang tidak mampu jadi orangtua juga harus support anaknya dan pihak sekolahpun jangan ada hal perlu ditutupi seperti memberikan kwitansi kepada murid yang sudah bayar..mungkin arah pelaporannya kearah bukti. Ya saling terbuka dan jujur saja alias jangan ada dusta diantara kita..salam integritas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

SMPN 3 Tangsel

KPAI : PPDB 2018 langgar hak anak untuk dapat pendidikan di sekolah negeri

Jakarta, SUARA TANGERANG – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dorong pemerintah khususnya Kemendikbud dan Kepala ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com