Airin Moderator Sarasehan PIM

Airin jadi moderator sarasehan PIM : Indonesia Menjadi Negara Berhasil

Jakarta, SUARA TANGERANG –  Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany jadi moderator sarasehan yang diselenggarakan Dewan Pergerakan Indonesia Maju (PIM) bertajuk “Indonesia Menjadi Negara Berhasil”, Kamis (5/4).

Sarasehan yang digelar di Sekretariat PIM Brawijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan ini, juga dihadiri mantan Ketua DPR RI Akbar Tanjung, pengusaha Rosan P Roeslani, pembulutangkis Tantowi Ahmad, pelatih Timnas Indonesia U-19 Indra Sjafri, peraih penghargaan tokoh perubahan 2013 R Ridwan Hasan S. Dan,  pimpinan Dewan PIM,  Din Syamsuddin yang memberikan pengantar sarasehan.

Wali Kota Airin yang mengenakan batik khas Tangsel dan kerudung biru mulai membuka acara dengan piawai. Bahkan kepiawaian Airin dipuji langsung Bang Akbar, saap akrab Ir Akbar Tanjung. “Moderator sangat piawai dalam membawa acara ini, bikin terpesona, “ kata Bang Akbar.

Pujian itu, langsung dibalas dengan senyum oleh Airin dan langsugn mengawali sarasehan itu degnan pertanyaan, “Bagiamana pak Akbar untuk Indonesia ke depannya?”

Akbar pun mengaku optimis Indonesia akan menjadi negara berhasil nantinya, asal terus memperkuat kerjasama antar lembaga.

“Kita harus mempunyai pemerintah yang kuat, lalu infrastruktur lembaga harus juga diperkuat termasuk juga DPR dan lembaga-lembaga yang ada di konstitusi kita. Karena itulah harus dibangun kerjasama yang kuat ke depan,” ujar Akbar.

Airin juga menanyakan tanggapan Akbar tentang kondisi bangsa saat ini yang diresahkan dengan maraknya penyebaran informasi bohong alias hoax dan ujaran kebencian. Menurut Airin, hal tersebut bisa memicu perpecahan bahkan perselisihan bangsa.

Menurut Akbar, semua pihak harus dewasa dalam menyikapi setiap informasi yang beredar. Hiruk pikuk politik serta perang opini antar elite partai menyusul Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 jangan sampai mengganggu keharmonisan bangsa.

Akbar mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan toleransi di tahun politik 2018 dan 2019.

“Hiruk pikuk saat ini tentu kita tidak inginkan. Ini bisa menghilangkan kebersamaan kita. Keberagaman harus tetap kita jaga,” tegasnya.

Sementara Mantan ketua PP Muhamadiyah Din Syamsuddin, menyampaikan ada tujuh indikator negara gagal (fail state). Beberapa di antaranya yaitu keganjilan distribusi aset negara atau tidak adanya pemerataan, korupsi dan konflik anak bangsa.

“Berdasarkan indikator yang ada, Indonesia belum masuk fail state.  Dan saya kira Indonesia belum sampai ke tingkat itu. Sehingga saya tidak setuju Indonesia akan jadi negara gagal,” sambungnya.

Din mengatakan PIM sengaja mengambil tema sarasehan “Indonesia Menjadi Negara Berhasil” karena semua pihak harus bercita-cita menjadikan Indonesia sebagai negara berhasil, negara juara, dan negara pemenang. Saat ini disayangkan muncul pesimisme dari sebagian kalangan bahwa Indonesia akan jadi negara bubar.

“Ada pesimisme tak hanya akan jadi negara gagal tapi juga akan jadi negara bubar,” ucapnya.

Dengan menggunakan kata ‘berhasil’ atau ‘pemenang’, potensi besar bangsa Indonesia dapat teraktualisasi. “Kami sengaja gunakan istilah ‘menjadi’ karena punya makna filosofis dalam filsafat eksistensial. Keberadaan suatu bangsa tak hanya sekadar berada tapi mengada. Menampilkan eksistensinya dan mengaktualisasikan potensi itu,” jelasnya. (1st/*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

BNPB: Status keadaan tertentu darurat bencana Covid-19 diperpanjang hingga 29 Mei 2020

Jakarta, SUARA TANGERANG – Dalam rangka mengantisipasi menyebarnya Virus Korona (Covid-19) di wilayah Negara Kesatuan ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com