gardu parkir rsu tangsel disegel

Tak miliki izin, gardu parkir RSU Tangsel disegel

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG –  PT Jembaran Bangkit Perkasa  (JBP) yang mengelola perparkiran di halaman parkir Rumah Sakit Umum Kota Tangerang Selatan (RSU Tangsel) di Jalan Raya Padjajaran, Kecamatan Pamulang, diketahui ternyata tak memiliki izin.

Perusahaan pengelola parkir ilegal ini juga selama tiga tahun tidak membayar pajak daerah.

Karena itu, atas tindakan ilegal tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangsel melakukan penyegelan tehdap tiga gardu tiket parkir milik PT JBP yang berada di halaman parkir RSU Kota Tangsel, dengan dipasangi garis kuning bertuliskan ‘Dilarang Masuk’.

Menurut Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Satpol PP Kota Tangsel, Oki Rudianto, tindakan tegas Satpol PP ini didasari oleh Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2012 tentang Perparkiran. . “Atas tindakan ilegal ini, pengelola parkir melanggar Pasal 8 ayat 2. Jika setelah kami segel hari ini pengelola masih beroperasi, maka akan kami tingkatkan ke sanksi Pidana,” kata Oki, Kamis (12/4).

Dia menyebutkan, pada Pasal 8 ayat 2 menegaskan bahwa setiap orang atau badan usaha, dilarang menyelenggarakan perparkiran dan atau mengatur perparkiran tanpa izin wali kota atau pejabat yang berwenang.

Lanjut Oki, pengelola parkir terlebih dahulu harus memenuhi semua dokumen persyaratan izin perparkiran yang diterbitkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangsel untuk bisa beroperasi. “Kami persilahkan kalau semua izin sudah dilengkapi, terbuka juga bagi swasta lainnya,” katanya.

Sambungnya, meski telah tiga tahun beroperasi pihaknya, mengaku baru mengetahui adanya operasional perparkiran oleh PT JBP ini, ternyata tak memiliki izin. “Kami baru tahu, setelah pihak RSU Tangsel menyurati kami, dan saat kami cek, benar perusahaan ini tak bisa menunjukkan izin resminya. Maka kami segel,” ungkapnya.

Sementara itu, anggota Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), Muksin Alfachri menjelaskan laporan terkait tidak adanya izin ini langsung dari RSU Tangsel, dan ada juga dari masyarakat yang melaporkan besarnya biaya parkir yang dipungut oleh pengelola parkir yang ada di RSU Tangsel. “Laporan pada Maret kemarin,” katanya.

Penyegelan ini dilakukan sampai mereka bisa mendapatkan izin. Jika pengelola parkir ini membuka segel bisa dikenakan sanksi pidana 6 bulan kurungan dan denda Rp 50 juta. “Kita sudah panggil pengelola dan mereka memang tidak bisa menunjukan izin perpakiran,” singkatnya.

Adapun seorang petugas parkir yang ada di RSU Tangsel, Dita mengaku, mesin parkir sudah rusak selama enam bulan, namun pihaknya masih melakukan pungutan parkir. “Kalau di RSU per jamnya untuk motor Rp 3 ribu, dan per jam berikutnya Rp 1000. Kalau seharian Rp 5 ribu, kalau mobil sebesar Rp 10 ribu untuk seharian dan pengelolaan parkir ini milik perorangan bukan perusahaan besar,” singkatnya. (1st/*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Ahli waris Sair bin Nian

Ahli waris Sair bin Nian gugat Wali Kota Tangsel dalam perkara penguasaan tanah

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) digugat ahli waris Sair bin ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com