Dinskes Tangsel

Airin : AKI dan AKB di Tangsel turun, perlu kerja sama semua pihak

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Deteksi dini kelainan pada ibu hamil maupun janinnya. Termasuk terhadap penyakit infeksi menular seksual (IMS) yakni, HIV, hepatitis B dan sifilis merupakan salah satu cara menurunkan angka kematian ibu hamil dan melihirkan generasi yang sehat dan berkualitas.

Hal ini disampaikan Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachm Diany dalam acara koordinasi lintas sektor tentang pencegahan penularan HIV, hepatisis B dan sifilis dari ibu ke anak (PPIA), yang diselenggarakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel, Kamis (12/4).

Lanjut Airin, bila masalah ini cepat diketahui, maka dapat dilakukan intervensi sedini mungkin.

Menurutnya, upaya pencegahan penularan HIV dan sifilis dari ibu ke anak, harus terintegrasi antara layanan Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA) dan layanan pencegahan sifilis kongenital serta Hepatitis B dengan layanan kesehatan ibu dan anak (KIA) melalui pelayanan ibu hamil terpadu baik di tingkat pelayanan dasar maupun rujukan.

“Karena itu, saya berharap layanan terpadu ini dapat diterapkan secara menyeluruh di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, baik di Puskesmas, Rumah Sakit maupun praktek perorangan lainnya. Dengan pelayanan bagi ibu hamil yang terpadu, merupakan upaya terpenting dalam penurunan AKI dan AKB,” harapnya.

Dan untuk mencapai keberhasilan penurunan  AKI dan AKB ini, menurut Airin perlu kerjasama dan peran serta aktif lintas sektor, profesi, akademisi, masyarakat, keluarga, lembaga swadaya masyarakat dan donor agencies serta swasta.

“Oleh karena itu, saya harap kita semua bisa bergandengan tangan untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi di kota Tangsel,” jelas Airin.

Senada, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Tangsel, Iin sofiawati menyampaikan, bahwa penularan penyakit seperti HIV, hepatitis B dan sifilis saat ibu sedang hamil menjadi salah satu penyebab kematian ibu, bayi dan balita. Maka dari itu, pencegahan dapat dilakukan sejak ibu diketahui dalam masa kehamilan dengan cara dipantau dan diperiksa.

“Jadi secara prepentifnya, saat hendak menikah calon pengantin perempuan melakukan vaksin hepatitis B di KUA. Program ini baru dimulai seiring dengan program Kementerian Kesehatan dalam menurunkan AKI dan AKB. Walaupun telah terkena penyakit, diharapkan agar tidak menularkan kepada bayinya,” papar Iin.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 150 orang itu juga dihadiri oleh Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Tangsel dan sejumlah pengelola rumah sakit swasta, ketua cabang dan ketua ranting beserta anggota IBI se-Kota Tangsel, termasuk para pimpinan klinik swasta, organisasi profesi terkait, ketua FOPKIA, Forum Anak dan P2TP2A. (H3n/*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Sengkarut PPDB Online di Tangsel

Sengkarut PPDB SMP tahun 2018 di Tangsel

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sekolah Menengah Pertama (SMP) ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com