Pungli PTSL

Diduga lakukan pungli PTSL, Lurah Paninggilan dilaporkan ke Kejaksaan

Kota Tangerang, SUARA TANGERANG  – Lurah Paninggilan, Kecamatan Ciledug Kota Tangerang diduga memungut biaya dari warga untuk program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL).

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku pihaknya dipungut biaya sebesar 2 juta rupiah untuk mendapatkan program PTSL tersebut.

“Kita dipungut biaya bervariasi, ada yang dua juta hingga tiga juta rupiah, dan masyarakat di sini sudah mulai kesal dengan keadaan tersebut, katanya gratis ini kok malahan bayar,”katanya kepada wartawan, Rabu (11/4)

Untuk memungut biaya tersebut, ia menuding lurah menggunakan tangan orang lain dari salah seorang anggota kelompok swadaya masyarakat (KSM) atau Pokmas untuk selanjutnya disetorkan kepada lurah.

“Pokmasnya bilang sendiri sama kami, ini duit buat lurah, dan parahnya lagi itu Pokmas ngga kebagian, dan melaporkannya ke Kejaksaan”jelasnya.

Salah seorang anggota Pokmas yang juga enggan disebutkan namanya membenarkan perihal lurah yang telah dilaporkan ke Kejaksaan ini.

Bahkan menurutnya sudah banyak masyarakat di kelurahan Paninggilan yang diminitai klarifikasi oleh pihak kejaksaan terkait dugaan tersebut.

“Termasuk kami juga telah dimintai klarifikasi oleh kejaksaan, ini sebenarnya masalah kecil yang terlalu dibesar – besarkan, intinya mah ada beberapa masyarakat yang kecewa dengan kinerja BPN yang lamban dalam membuat sertifikat sehingga ada gesekan antar panitia dan warga,”jelasnya.

Sementara itu Lurah Paninggalan, Mas’ud, saat dikonfirmasi via pesan singkatnya membenarkan perihal dirinya dilaporkan, bahkan ia menyebut bukan hanya dirinya yang dilaporkan ke Kejaksaan.

“Yang dilaporkan banyak. Semua sudah diperiksa,”singkatnya

Bahkan ia menantang wartawan untuk membuka identitas warga yang melaporkannya ke kejaksaan agar pihaknya dapat menyelesaikan sengketa tersebut secara kekeluargaan.

“Kalau anda mau klarifikasi tidak sepihak. Kelompok masarakat saya cari tau siapa yang melapor. Tunjukan identitasnnya ke saya biar duduk bareng. Permasalahannya apa dan di mana. Mereka merasa dirugikan dengan saya,”kata Mas’ud dalam pesan singkatnya. Kamis ( 12/4).

Menurutnya hal tersebut dinilai perlu, lantaran semua permasalahan itu sudah selesai jauh sebelumnya.

“Sebetulnya sudah clear,”pungkasnya (T’6or)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Sidang DPRD Kota Tangerang

DPRD – Pemkot Tangerang sepakat gratiskan biaya administrasi kependudukan

Kota Tangerang, SUARA TANGERANG  – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang dan Pemerintah Kota ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com