unbk matematika

FSGI : Tak sesuai kisi-kisi, banyak siswa keluhkan soal matematika UNBK SMA

Jakarta, SUARA TANGERANG – Federasi Serikat Guru Indonesia menilai meski pada umumnya pelaksanaan UNBK SMA 2018 berjalan dengan baik, namun masih ada saja gangguan teknis yang menjadi masalah.  Di hari pertama UNBK, berdasarkan laporan dari jaringan guru FSGI di beberapa daerah, mulai dari server eror, UNBK baru dimulai pukul 14.00 Wita, sampai gagal UNBK dan harus ujian susulan.

Sementara di hari kedua sampai hari keempat ada saja laporan yang masuk ke posko FSGI dari seluruh Indonesia.

Hari kedua sampai keempat pelaksanaan UNBK SMA ada sejumlah  laporan keluhan terhadap soal matematika yang dirasakan sangat sukar oleh siswa.

“Soal matematika di UNBK 2018 jauh berbeda dari soal try out yang selama ini telah dipelajari siswa. Para siswa tak hanya yang di daerah, bahkan juga di Jakarta mengeluhkan bentuk soal yang dibuat pemerintah (BSNP). Keluhan dan laporan atas sulitnya soal matematika ini juga disampaikan oleh siswa di laman komentar akun resmi Kemdikbud di media sosial Instagram dan telah tersebar di Twitter dan Facebook,” kata Wasekjen FSGI, Satriawan Salim, Kamis (12/4).

Senada, guru matematika yang juga pengurus SEGI Jakarta,  Slamet Maryanto yang juga merupakan guru matematika, menyampaikan bahwa keluhan soal matematika terutama matematika IPS, adalah terkait dengan:

  1. Jumlah dan cakupan materi tidak sesuai kisi-kisi
  2. Tidak sesuai dengan cakupan materi di simulasi UN dan uji coba UN,
  3. Tidak sesuai kaidah penyusunan soal yang baik (option jawaban diurutkan dari kecil ke besar atau sebaliknya,)
  4. Soal Trigonometri banyak keluar 6 soal padahal di kisi-kisi hanya 2 soal,
  5. Soal isian singkat banyak soal yang tidak sama, ada yang 4, ada yang 5, ada yang 3.

“Beragam keluhan tersebut misalnya datang dari siswa SMAN 2 Tangerang Selatan. Kemudian siswa SMA 46 Jakarta, siswa SMA BM Jakarta Selatan, siswa SMA Labschool Jakarta dan juga dari siswa SMA N 47 Jakarta,” ungkap Maryanto.

Dia kemudian menceritakan apa yang keluhkan Andi Ainul, siswa Kelas XII IPS di salah satu sekolah di Jakarta,  bersama teman-temannya, “Soal matematika UNBK susah, parah banget. Beda jauh sama try out sebelumnya. Contoh soal yang kami belum pelajar;  Cotangen, matriks pecahan. Juga ada soal yang salah jawabannya. Soalnya juga kurang kalimat penjelasannya. Jadi bingung harus diapakan. Kami sangat kecewa dengan soal ini. Kami saja yang di Jakarta susah mengerjakannya, apalagi teman-teman di daerah. Semoga ke depan tidak terulangi kami. Kami hanya berdoa nilai UNBK kami tetap bagus,” katanya mengutip curhat Andi Ainul dan kawan-kawannya.

Lanjutnya, padahal siswa sebelum UNBK telah melaksanakan try out berkali-kali. Tapi ternyata, soal UNBK jauh sekali dari apa yang sudah dipelajari. “Apa yang siswa lakukan sia-sia jadinya. Seharusnya pemerintah sudah merencanakan sesuai pedoman pembuatann soal dan kisi-kisi. Kasihan para siswa yang sudah berjali-kali ikut try out: Try out sanggar, provinsi dan lainnya,” ujar Maryanto.

Selain soal matematika, menurut kedua aktivis FSGI ini, ternyata ada juga aduan kecacatan soal, seperti soal biologi yang jawabannya tidak sesuai dengan soal, begitu juga untuk soal kimia. Untuk UNBK bahasa Arab, ada beberapa siswa yang soalnya hanya keluar 41 dari 50 soal.

Rekomendasi FSGI:

  1. Jika pemerintan ingin UNBK di seluruh sekolah, maka harus menyiapakan fasilitas-fasilitas pendukung, sarana, komputer dan seterusnya secara maksimal. Jangan bebankan penyediaan fasilitas tersebut kepada sekolah atau orang tua.
  2. Jangan terkesan terlalu memaksakan UNBK di seluruh sekolah secara nasional. Karena wilayah Indonesia yang luas dan beragam. Ada daerah 3T (terluar, tertinggal dan terdepan) yang infrastruktur, sarana, fasilitas pendidikannya belum selengkap di kota besar. Ini dulu yang mesti dibenahi. Kalau fasilitas dan segala macama sarana di sekolah sudah dipenuhi (khususnya yang berbasis TIK), maka barulah dilaksanakan UNBK secara bertahap.
  3. Waktu setahun ke depan harus diorientasikan kepada pembenahan masalah-masalah di atas, termasuk pelatihan bagi calon proktor-teknisi agar lebih terampil. Kendala-kendala teknis tersebut segera dibenahi, apalagi minggu depan para siswa SMP/MTs akan menghadapi UNBK. Jangan sampai masalah teknis ini terus saja berulang.
  4. Soal harus benar-benar sesuai try out dan kisi-kisi yang disampaikan jauh-jauh hari sebelum UNBK. Sehingga siswa tidak dibebani dua kali. Belajar sungguh-sungguh di try out tapi soalnya tak sesuai dengan yang dipelajari selama try out. (1st/*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

SMA Negeri 10 Tangerang

Dipungut biaya study tour, orang tua siswa SMA Negeri 10 mengadu ke media massa

Kota Tangerang, SUARA TANGERANG  – Berbagai dalil atau alasan sering digunakan pihak sekolah untuk membenarkan ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com