Sidang kasus Koapgi

Sidang kasus manipulasi data Koapgi, Lintas Artha sebut tiga nama

Kota Tangerang, SUARA TANGERANG  –  Hery Wilmar dari Kantor Lintas Artha membeberkan sejumlah fakta dalam persidangan lanjutan kasus manipulasi data koperasi awak pesawat garuda indonesia (Koapgi), Jumat (27/4) lalu.

Sebagai saksi, Hery membenarkan bahwasanya Koapgi telah menggunakan jasa perusahaan Lintas Artha untuk penyimpanan data elektronik.

“Koapgi menitipkan server ke Lintas Artha, dan yang menitipkan server bukan perorangan akan tetapi badan atau perusahaan,”kata Hery Wilmar kepada Majelis hakim yang diketuai Indra Cahya SH.

Pada persidangan tersebut, ia juga mengungkapkan hanya ada tiga nama yang memiliki tanggung jawab dan akses penuh atas server tersebut.

“Siswoyo Hadi, Wahyu dan Tatiana, adalah nama-nama yang bisa mengakses server tersebut. pasword akun dimiliki Sismoyo yang mengelola server,” katanya.

Ia juga mengaku server Koapgi telah dipindah tangankan kepada Rimond B Sukandi selaku Ketua Koapgi, namun ia tidak mengetahui pasti perihal penutupan data yang dilakukan oleh Adi Sasongko.

“Yang mendaftarkan server adalah Sismoyo. Tetapi atas nama Koapgi, saya tidak mengetahui pasti masalah pemblokiran akses dan pencabutan status server,” jelasnya.

Pada persidangan itu, hakim sempat memperingatkan kepada Hery lantaran dinilai tidak konsisten dalam memberikan keterangan sehingga ada beberapa pernyataan yang berbanding terbalik pada fakta yang tertuang dalam berita acara pemeriksaaan.

“Ini masalah menyangkut nasib orang karena tidak bisa menjawab saksi dipersilahkan membuka datanya dan sidang diskor untuk menghadirkan saksi ahli,” kata hakim.

Salah seorang saksi yang juga pernah menjadi Ketua Dewan pengawas Koapgi 2016, Captain Iwan Setiawan di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Senin (23/4) pekan lalu. Menyatakan bahwa saudara Asep Adhyana telah menyebarkan issue yang negatif melalui sms blast dan email perusahaan.

Menurut Iwan, Informasi yang sudah tersebar ke mana – mana tersebut sempat mengundang reaksi dari manajemen Garuda Indonesia sehingga pihak manajemen berplat merah ini turut menyikapinya. Oleh karena itu diadakan pertemuan kesepakatan yang dimediasi oleh Manajemen Garuda Indonesia untuk melaksanakan RAT ke XIII pada bulan Mei 2015 lalu.

“Garuda telah menyikapi konflik yang terjadi di Koapgi karena mereka juga mengetahui melalui email blast yang disebarkan di mana-mana,” katanya.

Sementara itu terdakwa Away A Waluya dalam pernyataannya mengaku, bahwa dalam rapat anggota tahunan yang dipimpin oleh Iwan Setiawan terkesan otoriter dan dipaksakan.

“Pada waktu itu kenapa saudara Iwan berkali – kali melakukan voting untuk melengserkan saya sebagai ketua dewan pengawas, dan kenapa pada waktu itu  tidak memberikan kesempatan kepada saudara Tatiana untuk menjelaskan tentang data keuangan,” tanya Away saat persidangan.

Away juga balik menuding, pada RAT yang digelar beberapa waktu lalu itu,  tidak semuanya anggota Koapgi yang sah.

“Pada waktu itu saudara mengetahui atau tidak ada yang bukan anggota Koapgi mengikuti rapat itu,”kata Away lagi. (H3n/4L)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Febri Diansyah

KPK minta PNS terpidana korupsi segera diberhentikan

Jakarta, SUARA TANGERANG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) untuk ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com