Saprudin Roy

LSM dan pengamat angkat bicara soal buruknya layanan adminduk di Tangsel

Kota Tangsel,SUARA TANGERANG – Buruk dan lambannya layanan  administrasi kependudukan (adminduk) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) banyak dikeluhkan masyarakat.

Menurut Ketua Umum LSM Gempur, Saprudin Roy, dirinya juga banyak menerima aduan maupun  informasi dari masyarakat tentang buruk dan bertele-telenya pelayanan adminduk di kantor Disdukcapil Kota Tangsel.

Karenanya, atas dasar aduan dan informasi tersebut, Roy meminta kepada Wali Kota Tangsel untuk segera membenahi kinerja anak buahnya di dinas terkait.

“Saya minta Wali kota Tangsel untuk segera membenahi kinerja anak buahnya di OPD terkait. Orang mau buat KTP dan KK kok birokrasinya panjang dan bertele-tele,” ujar Roy, Jumat (4/5).

“Katanya layanan sistem online? Belum lagi ada alasan enggak ada blangko KTP yang selalu jadi senjata permainan oknum-oknum di sana. Masa blangko KTP saja bertahun-tahun enggak ada kelar-kelar masalahya ?” tandas Bang Roy.

Masih menurut Saprudin Roy, pihaknya akan terus  memantau perbaikan pelayanan yang mungkin saat ini sedang dilakukan oleh kepada dinas yang baru, tapi jika tidak ada perbaikan pelayanan kepada masyarakat Tangsel, ia akan mengerahkan ribuan anggotanya untuk geruduk kantor Disdukcapil.

“Saya juga dapat laporan, bahwa ada pungli dalam pembuatan KTP dan KK di sana, dengan membayar dua ratus ribu rupiah, maka blangko KTP baru yang awalnya dikatakan kosong atau tidak ada, tiba-tiba ada dan langsung jadi,” ungkapnya.

Sementara itu, Veri Muhlis Arifuzzaman, akademisi yang juga pengamat kebijakkan publik, dan pernah menjadi tim sukses independen paslon pilwalkot Tangsel Airin Rachmi Diany – Benyamin Davnie pada tahun 2011 menyatakan bahwa, buruknya kualitas pelayanan publik di Kota Tangsel disebabkan oleh buruknya proses rekruitmen pegawai non ASN di kota dengan julukan kota anggrek ini.

“Mentalitas pegawai non ASN di Tangsel masih cukup rendah, karena banyaknya penerimaan pegawai non ASN lewat jalur titipan oknum pejabat, oleh sebab itu Badan Kepegawaian Daearah (BKD) Kota Tangsel, harus kontinyu memberikan pelatihan dan bimbingan teknis mental serta agama tentang ilmu pemerintahan, bagaimana seharusnya menjadi seorang pegawai pelayan masyarakat yang baik dan benar,” pungkasnya. (8TL)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Muskot ke 4 Oi Tangsel

Wali Kota Airin buka Muskot ke-4 Oi Tangsel

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Oi Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar Musyawarah Kota ke-4, Minggu ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com