FKUB Tangsel kecam aksi terorisme di Surabaya

FKUB Tangsel kecam aksi terorisme di Surabaya

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB ) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengecam aksi terorisme yang terjadi di Surabaya, Minggu (13/5) lalu.

Kecaman terhadap aksi terorisme tersebut juga disampaikan Sahat Silaban Anggota DPR RI Komisi V dari Partai Nasdem.

Pernyataan sikap bersama ini disampaikan di gedung Kebhinekaan Jalan Swadaya 3 Nomor 54 Reni Jaya Kampung Poncol, Kelurahan Pondok Benda, Pamulang, Tangsel, Senin (14/5).

Anggota DPR RI Komisi V dari Partai Nasdem Sahat Silaban mengutuk keras atas rentetan teror dari mulai rutan Mako Brimob Kepala Dua Depok kemudian berlanjut di tiga gereja di Surabaya. Malam hariya di Sidoarjo dan Senin pagi kemarin terjadi di pintu masuk Polrestabes Surabaya.

“Kami mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamya semoga keluarga yang ditingkalkan tetap tabah. Kami mengutuk keras perbuatan mereka yang kami anggap itu di luar ajaran agama. itu bukan perbuatan manusia karena hewan saja melindungi anak-anaknya sementara mereka mengajak anak-anaknya untuk bom bunuh diri,” kecamanya.

Tindakan biadab yang harus dikecam. Ia meminta kepada masyarakat untuk bersatu melawan teroris seluruh Indonesia. utamanya di Tangsel dan wilayah Banten pada umumnya mari saling menjaga dan saling mengormati. Menjaga wilayah agar tetap aman dan kondusif jangan sampai hal tindakan di luar kemanusiaan itu terjadi.

“Kami mengajak dan mengimbau masyarakat Tangsel dan Banten secara khusus mari saling menjaga kebinekaan ini. Kita hidup sudah ditakdirkan berbeda-beda karena dengan berbeda kita mejadi kuat. Jangan terpengaruh tindakan teror dilandasi agama, karena tidak ada agama mengajarkan kekerasan,” ujarnya.

DPR RI mendukung penuh agar draf undang-udang terorisme segera disahkan selama dua tahun ini. Disebutkan dirinya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan dengangan tegas hingga batas 18 Juli tidak disahkan RUU Terorisme maka akan mengeluarkan Perppu penganti undang-undang. Aparat Kepolisian harus memiliki payung hukum yang jelas agar dalam memberantas terorisme benar-benar kuat.

“Bapak Presiden sudah menyampaikan memberikan batas waktu jika hingga Juli tidak disahkan maka akan mengeluarkan Perppu penganti undang-undang. Karena sangat penting regulasi untuk mengantisipasi munculnya terorisme. Selama ini polisi tidak bisa menindak padahal sudah tahu ada pelaku yang berencana. Polisi menindak jika mereka telah melakukan,” tambah ia.

Sekretaris FKUB Tangsel Fachruddin Zuhri menyampaikan empat point pertama belasungkawa atas wafatnya sudara-sudara sebangsa dan setanah air yang menjadi kroban bom bunuh diri di Gereja Kristen Indonsia (GKI), Gereja Pantekosta dan Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Surabaya. Kedua mengutuk perbuatan biadab pelaku bom bunuh diri yang bertujuan melakukan teror kepada masyarakat dan nyata-nyata ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

“Ketika kami mengajak kepada seluruh umat bergama untuk terus membangun dan membina kerukunan yang selama ini sudah terjalin dengan baik, dan terkhair menghimbau seluruh masyarakat, untuk, memberika kepercayaan sepernuhnya kepada aparat negara TNI dan Polri dalam menangani masalah teroris yang menjadi musuh bersama bagi kepentingan mempertahankan NKRI Harga mati,” kata Fachruddin.

Pernyataan bersama itu dihadiri banyak perwakilan, di antaranya Ketua Persatuan Masyarakat Batak (PMB) Tangsel, Ucok Siregar Siagian, perwakilan Pengurus Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Tangsel, unsur perwakilan dari Hindu, unsur umat Khatolik dan perwakilan dari jajaran Polsek Pamulang. (1st/rls)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

HUT ke-10 Tangsel

Dedikasi satu dekade kota Tangsel

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG  – Kata dedikasi dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) memiliki arti ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com