BPSK Kota Tangsel

PT Nissan Motor Distributor Indonesia dituntut konsumen 2,7 M

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG  – Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Tangerang  Selatan  (Tangsel ) menggelar sidang sengketa antara Herly Ependi, S.Sos., M.Si melawan PT. Nissan Motor Distributor Indonesia  di Gedung 1 Balaikota Tangsel, Ciputat, Kamis (17/5).

Sidang tersebut menindak lanjuti permohonan Penyelesaian Sengketa Konsumen Herly Ependi, S.Sos., M.Si selaku konsumen bahwa apa yang telah dijanjikan oleh termohon saat menawar- kan unit kendaraan roda empat (mobil) berbeda dengan apa yang pemohon dapatkan setelah serah terima, yakni secara prosedural formal semua kendara- an yang dijual sudah melakukan serang- kaian Pre Deliveri Inspection (PDI) 2 (dua) kali yaitu dari pabrikan ke dealer dan dari daeler ke konsumen.

Menurutnya bahwa setelah melakukan serah terima unit Kendaraan Roda 4 (empat) dengan Merk, Type & Warna Nissan March AT 1.2 Hitam B 1015 WZF yang dibeli di PT Nissan Motor Indonesia, dia pun kemudian menggunakan kendara an tersebut.

“Kami (saya dan keluarga) hampir tertabrak karena kendaraan kehilangan tenaga (lostof power) di Tol Cipularang , ini membahayakan keselamatan jiwa dan secara psikis ada trauma untuk memakai lagi kendaraan tersebut,” ujar Herly Efendi pada saat membacakan esepsinya.

Herly juga menjelaskan bahwa tindakan PT Nissan Motor Indonesia yang menjual barang yang tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan adalah perbuatan yang dilarang oleh Undang Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Pelaku usaha yang melanggar Undang Undang No. 8 Tahun 1999 berdasarkan BAB XIII SANKSI Bagian Pertama Sanksi Administratif.

Dalam esepsinya itu, Herly juga menyebut kan bahwa akibat dari hal tersebut Herly menderita kerugian Materiil,  Kerugian Immateriil  yang berakibat fatal serta memungkinkan terjadinya kecelakaan.

Diakhir esepsi nya Herly mengatakan bahwa  sudah menempuh upaya agar PT Nissan Motor Distributor  Indonesia untuk melakukan penggantian unit baru serta melakukan berbagai upaya agar diselesai- kan secara musyawarah kekeluargaan,namun tidak mendapatkan jawaban yang pasti dari termohon.

Bahkan ujarnya, pihak termohon selalu menyarankan  (pemohon) untuk menerima unit yang jelas-jelas membahayakan dan secara psikis ada trauma untuk memakainya lagi.

Dalam permohonannya, Herly menyatakan Termohon telah melakukan Pelanggaran UU No.8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen Pasal 8 ayat 1 huruf (a) ayat 2, ayat 4. Pasal 9 ayat 1 huruf (a), (b), (f), ayat 2, ayat 3. Pasal 17 ayat 1 huruf (a) (c) ayat 2, ayat 3, ayat 4. Pasal 21 ayat 1. Pasal 22. Pasal 23. Pasal 60 ayat 1, ayat 2. Pasal 61. Pasal 62 ayat 1.

Juga menghukum Termohon membayar ganti rugi kerugian Materiil/Immateril sebesar Rp. 70 juta, Kelalaian yang berakibat fatal dan memungkinkan terjadinya kecelakaan berupa Sanksi Adminitratif dan Pidana Denda sebesar Rp. 2.2 Milyar.

Sidang perdana ini dipimpin majelis hakim Cahyana, dengan anggota Junaidi dan Zulman Haris pada hari ini beragendakan mendengarkan esepsi pemohon.

Untuk sidang lanjutan akan digelar minggu depan untuk mendengar jawaban dari termohon. (1st/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Ben CCTV

Benyamin Davnie resmikan pos keamanan terkoneksi CCTV

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie meresmikan pos ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com