Satu dari 200 penceramah rekomendasi Kemenang RI

Satu dari 200 penceramah rekomendasi Kemenag, ada yang sudah meninggal

Jakarta, SUARA TANGERANG – Ternyata 1 dari 200 nama penceramah yang dirilis Kementrian Agama (Kemenag) RI  beberapa waktu lalu, dan menuai pro kontra di masyarakat, di dalamnya ada nama seorang da’I yang sudah 8 bulan lalu meninggal dunia. Dia adalah Ustaz Fathurin Zen.

Fathurin Zen meninggal pada 30 September 2017. Fathurin sempat menjadi guru di SMAN 55 Jakarta.

Pertanyaannya, kenapa Kemenag masih mencantumkan nama Fathurin di daftar 200 nama penceramah tersebut?

Menurut Kabiro Humas Kemenag Mastuki yang dikutip kumparan.com menjelaskan bahwa, nama Fathurin masuk ke daftar tersebut karena direkomendasikan oleh sebuah lembaga.

“Betul Dr Fathurin telah meninggal dunia. Nama beliau diajukan salah satu masjid jami’ di Jakarta,” kata Mastuki, Senin (21/5).

Ia menjelaskan, hal tersebut membuktikan bahwa nama-nama penceramah itu diusulkan oleh lembaga, bukan tiba-tiba ditetapkan oleh Kemenag.

“Dan usulan tersebut tidak sekali dalam waktu yang sama. Ada lembaga yang mengusulkan sejak beberapa bulan lalu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kinkin Mulyati, Da’iyah yang juga penulis novel religi ini menilai, masuknya nama Dr Fathurin ke dalam 200 daftar nama penceramah rekomendasi Kemenag itu menunjukkan bahwa rilis tersebut tidak terkonsolidasi secara baik dengan ormas atau lembaga-lembaga Islam dan para ulama, semisal MUI, Korps Mubalig, dan lainnya.

“Kesan asal comot pada rilis 200 nama penceramah versi Kemenang itu tampak terlihat dengan jelas, karena nama Ustad Fathurin Zen yang sudah 8 bulan lalu meninggal, kok masih dicantumkan juga,” kata Kinkin, Selasa (22/5).

Ia sendiri mengaku tidak terpengaruh dengan rilis yang dikeluarkan Kemenag RI tersebut.

“Biarin saja enngak direkomendasikan pemerintah juga, enggak ada pengaruhnya sama jamaah saya, yang penting saya bisa mengabdi kepada masyarakat, membina masyarakat dengan kontinue, cinta kepada NKRI bukan diteriakin tapi diaplikasikan, ilmu yang dimiliki juga bukan untuk dinilai dan disanjung-sanjung tapi untuk diamalkan,” pungkas  Kinkin. (1st)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

BPRTIK SKKNI

BPRTIK Kemenkominfo selenggarakan Bimtek dan Sertifikasi Kompetensi berbasis SKKNI

Tangsel, SUARA TANGERANG – Balai Pelatihan dan Riset TIK (BPRTIK) Kementerian Komunikasi dan Informatika akan ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com