Airin Taryono

Dindikbud Tangsel gelar sosialisasi PPDB 2018

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Graha Widya Bhakti Puspiptek, Setu, Tangsel, Kamis (24/5).

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadindikbud) Tangsel, Taryono tahun ini ada beberapa perubahan yang dilakukan terkait persyaratan masuk Sekolah Dasar (SD).

“Tahun ini usia minimal masuk SD adalah 6 tahun, berbeda dengan tahun kemarin yang 7 tahun. Bahkan usia 5 tahun 6 bulan dapat diterima setelah mendapat rekomendasi dari sekolah ataupun psikolog,” jelas Taryono.

Kriteria seleksi pada tahun 2017 berdasarkan jarak tempat tinggal dengan sekolah, tetapi pada Permendikbud baru ada 3 kriteria yaitu jarak rumah ke sekolah, nilai ujian SD dan prestasi. Ini sejalan dengan tujuan nasional terkait dengan peningkatan akses dan mutu pendidikan.

“PPDB di Tangsel telah dilakukan persiapan sejak tahun 2017, kami telah mensosialisasikan melalui billboard yang dipasang di beberapa titik, juga kami sudah koordinasi dengan para Camat dan Lurah,” kata Taryono.

Dindikbud Tangsel juga telah bekerjasama dengan Diskominfo terkait aplikasi dan sistem PPDB yang akan digunakan oleh siswa untuk mendaftar secara online pada 4-7 Juli 2018 mendatang.

“PPDB 2018 ini ada hal yang berbeda, karena semua berjalan dengan online yang bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Sehingga tidak ada aktifitas kolektif pendaftaran di sekolah tujuan, semua terpusat di Dindikbud,” bebernya.

Terkait prestasi yang dimiliki oleh siswa diperlukan validasi peserta, Dindikbud menyiapkan 7 posko di 7 Kecamatan. Diharapkan masing-masing SD bisa membantu pendaftaran online siswanya, sehingga PPDB di 22 SMP Negeri tidak ada aktifitas berlebihan.

Sementara, Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany menyambut baik kegiatan Sosialisasi PPDB yang dilaksanakan Dindikbud Tangsel untuk siswa dari jenjang SD ke SMP secara online ini.

“Tahun kemarin dengan sistem zonasi, kita melihat dan mengevaluasi apa yang terjadi di tahun lalu dan kekurangan di tahun lalu bisa diperbaiki di tahun ini,” ungkap Wali Kota Airin.

Karena yang terpenting adalah kerjasama antara orang tua dengan guru sebagai orang yang ada di rumah kedua anak-anak kita. PPDB online ini bertujuan untuk adanya transparansi dan keterbukaan sehingga tidak ada lagi titip-titip murid.

“Mudah-mudahan dengan sosialisasi yang dihadiri Kepala Sekolah SD dan SMP ini bisa turut mensosialisasikan kepada orangtua murid. Sehingga PPDB Online bisa berjalan maksimal,” ujar Airin. (1st/rls)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Retno KPAI

Kebocoran soal UNBK, KPAI : Ancaman Mendikbud tidak mencerminkan perspektif perlindungan anak

Jakarta, SUARA TANGERANG – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyampaikan keberatan terhadap pernyataan Menteri Pendidikan ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com