Junaidi

Gema Kosgoro Banten nilai Dindikbud Tangsel gagal kelola PPDB Online 2018

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG  –  Ketua Gema Kosgoro Banten Junaidi menilai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) gagal mengelola Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tingkat SMP tahun 2018.

Menurutnya, kegagalan tersebut lebih disebabkan karena tidak siapnya Dindikbud Tangsel, mulai dari SDM sampai keperangkat sistem yang ternyata tidak kompatibel.

“Lihat saja, baru hari pertama pendaftaran PPDB online, sistem sudah error,” ujar Junaidi, Selasa (31/7).

Lanjutnya, karena ketidaksiapan tersebut, pendaftaran PPDB online sempat tertunda selama beberapa hari, dan akhirnya waktu pendaftaran diperpanjang hingga 14 Juli 2018.

“Kritik serta protes dari orang tua murid dan  kelompok masyarakat lain terhadap pendaftaran PPDB online di Tangsel pun bermuculan. Ada yang melakukan protes ke Posko PPDB, ada juga yang berunjukrasa  ke Kantor Puspem Kota Tangsel di Maruga Ciputat, mereka menilai Dindikbud Tangsel tidak becus mengelola pendaftaran PPDB online tahun 2018,” kata Junaidi.

Selain mengkritisi Dindikbud Tangsel, Junaidi juga mempertanyakan kinerja Dewan Pendidikan (DP) Tangsel maupun DPRD Tangsel yang dianggap kurang peka terhadap persoalan PPDB di Tangsel. Padahal persoalan ini telah menimbulkan kisruh di masyarakat.

“Belum lama ini juga ada rapat antara Dindikbud dengan DPRD dan Pemkot, lantas apa hasilnya? Mengapa tidak dipublikasikan? Masyarakat kan berhak tahu seperti apa keputusan atau hasil rapatnya,” tanya Bang Juned.

Dia pun menyampaikan, kalau dalam waktu dekat ini, pihaknya akan melakukan audiensi dengan  pihak atau instansi terkait. Pasalnya, selain carut marutnya PPDB online, ternyata di lapangan masih ditemukan para oknum yang melakukan jual beli bangku dalam penerimaan pesereta didik baru di beberapa sekolah di Tangsel.

“Kami mendapat aduan dari masyarakat, bahwa ada wali murid yang dijanjikan oknum pendidikan bahwa anaknya dijamin masuk dengan mengeluarkan sejumlah uang. Ada juga anaknya sudah terdaftar tiba-tiba namanya hilang. Ini kan perlu kejelasan dari pihak terkait,” imbuhnya.

Sementara itu, beberapa waktu lalu Kepala Dindikbud Tangsel Taryono yang dimintai tanggapannya terkait kisruh PPDB online di Tangsel, ia mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi.

“Yang penting kita sudah berupaya dan ke depannya akan ditingkatkan,” kata Taryono.

Saat ditanya lebih lanjut, Taryono menganggap PPDB online tingkat SMP yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel sudah selesai.

“PPDB sudah close ya,” ujarnya. (1st/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

PENUTUPAN ACARA PELATIHAN BELA NEGARA - WAKIL WALIKOTA1

Puluhan mahasiswa Kota Tangerang ikut Pelatihan Bela Negara

Kota Tangerang, SUARA TANGERANG – Membangun watak, jiwa dan karakter generasi muda untuk lebih mencintai ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com