2019 Ganti Presiden

Ditolak, Deklarasi Akbar Relawan Nasional #2019GantiPresiden tetap akan digelar di Tangsel

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Deklarasi Akbar Relawan Nasional #2019GantiPresiden akan digelar di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), pada Minggu, 9 September 2018.

Rencananya, sebagaimana viral di sosial media bahwa deklarlasi akbar tersebut akan dihadiri Ustadz Abu Jibril Fuad. Neno Warisman dan Mardani Ali Sera.

Namun, belum saja acara tersebut dilaksanakan, ada sekelompok orang yang mengatasnamakan diri Kesatuan Aksi Masyarakat Cinta Kota Tangerang Selatan menolak pelaksanaan deklarasi akbar #2019GantiPresiden pada Minggu nanti.

Dalam release yang ditandatangani koordinator aksi, Ahmad Aprido, kelompok ini menuntut pihak kepolisian untuk membubarkan deklarasi yang akan dihadiri ribuan orang nanti.

Menurut Aprido, deklarasi ini telah disusupi oleh kelompok beraliran ekstrim radikal yang ingin membahayakan NKRI.

“Bisa jadi, inilah salah satu cara untuk menjatuhkan pemerintah dengan menggiring opini masyarakat untuk tidak pro terhadap pemerintah saat ini,” kata Aprido, Senin (3/9).

Karena itu, pihaknya akan menggelar aksi yang diikuti kurang lebih 500 massa dengan tagline, Aksi Damai Tolak Gerakan Makar, pada Selasa besok, 4 September 2018 di Taman Jajan BSD, Tangsel.

Menanggapi adanya penolakan tersebut, Taufik, salah seorang aktivis Bamus Tangsel mengatakan, sebagai warga negara yang kebebasan berekspresinya dilindungi Undang-Undang, kita wajib untuk ikhtiar demi Indonesia yang lebih baik, dan demi menghargai pengorbanan para pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan negara ini.

“Kita jangan pernah takut dengan ancaman dan segala cara dari mereka yang tidak beradab itu,” kata Taufik, Senin (3/9).

“Sampai detik ini, kami meyakini bahwa gerakan #2019GantiPresiden ini adalah gerakan masyarakat  yang prihatin dan dengan cara pengelolaan negara yang jauh dari nilai-nilai keadilan,” urai Taufik.

Dia pun menyampaikan, bahwa gerakan ini konstitusional. “Kami tidak melanggar Undang-Undang karena itu, kami tidak takut, kami hanya takut pada Allah ta’ala,” ujarnya

Senada, Akademisi sekaligus pengamat politik Rocky Gerung menilai, aksi ini makin membesar jika terus dilarang.

“Gini yah di dalam teori mutakhir tentang public relation itu, sesuatu yang tidak ada, itu bisa jadi ada setelah dilarang. Jadi hastag itu akan makin ada, setelah negara membuat larangan,” ujar Rocky di Jakarta, Rabu (29/8) sepekan lalu.

Rocky pun tidak setuju jika #2019GantiPresiden termasuk gerakan makar. Sebab itu tidak mencederai politik nasional. Unsur-unsur untuk melakukan makar pun dianggap tidak terpenuhi oleh gerakan ini.

“Isitilah makar itu ngaco sebetulnya dan sudah salah. Kalau orang baru pasang hastag di Riau, apa urusannya dengan situasi politik di Monas di depan Istana?” kata Rocky. (1st/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Relawan Jokowi ikut aksi tolak deklarasi #2019GantiPresiden

Relawan Jokowi ikut Aksi Tolak Deklarasi #2019GantiPresiden di Tangsel

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Aksi penolakan Deklarasi Akbar Relawan Nasional #2019GantiPresiden yang akan digelar ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com