JLO Griya Pijat

Disinyalir sediakan layanan esek-esek, JLO griya pijat disatroni Satpol PP Kota Tangerang

Kota Tangerang, SUARA TANGERANG – JLO, sebuah griya pijat yang disinyalir menyediakan layanan esek esek di wilayah Cipondoh disatroni Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Sabtu (8/9).

Dalam penertiban tersebut, petugas yang dibantu oleh jajaran TNI/Polri merangsek masuk kedalam griya dan memeriksa satu persatu ruangan di dalam gedung berlantai 2 tersebut, kendati sebelumnya sempat dihalangi – halangi pemilik griya.

Berdasarkan pantuan di lokasi, petugas yang melakukan penyisiran di tiap ruang yang hanya dipisahkan oleh skat papan triplek tersebut, petugas memergoki tiga teraphist disinyalir sedang berbuat mesum di ruangan itu.

“Ada tiga pasangan yang kami duga sedang berbuat mesum karena saat kami amankan ketiganya nyaris bugil,”Jelas A Gufron Falfeli, Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, Satpol PP Kota Tangerang.

Ia menuturkan dalam operasi penegakan Perda No 8 Tahun 2005 tersebut, seluruh teraphist dan pengelola griya pijat JLO  dibawa ke markas Satpol PP Kota Tangerang untuk selanjutnya didata dan diberikan pembinaan.

“Ada delapan teraphist dan satu orang pengelola griya yang kami data untuk diberikan pembinaan,”katanya.

Selain melanggar lanjutnya, peraturan daerah, keberadaan griya pijat tersebut telah banyak dikeluhkan warga.

“Kami mendapatkan laporan dari masyarakat yang resah akan keberadaan griya pijat tersebut dan kami segera menindaklanjutinya dengan mengirimkan PPNS untuk mengintai dan setelah benar benar A1 atas arahan dari Kasatpol PP kami langsung melakukan tindakan kepada griya pijat tersebut,”Jelasnya.

Peran serta masyarakat dalam memberantas prostitusi dikota Tangerang,  disebut Gufron tidak akan dapat optimal sehingga ia mengajak seluruh komponen masyarakat agar dapat terus membantu pihaknya dalam memberantasnya.

“Laporkan kepada kami setiap kejadian atau perbuatan yang berpotensi pelanggaran, akan segera kami tindak lanjuti,” terangnya

Sementara itu, Sunarti (42) Salah satu pengelola panti pijat menyangkal adanya perbuatan portitusi yang dilakukan pada teraphisnya ditempat yang dikelolanya.

“Saya sudah berikan pengarahan kepada teraphis saya agar tidak melakukan asusila atau prostitusi di tempatnya,” terang Sunarti.

Dirinya mengungkapkan, tempat yang dikelolanya sudah mulai beroperasi sejak tahun 2011 lalu. Dan dirinya juga mengaku baru pertama kali ini tempatnya digeledah Satpol PP.

“Ini baru pertama kali terjaring razia satpolpp sejak awal buka lalu,” ujarnya. (T’6r)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Idrus Marham

Idrus Marham jadi tersangka kasus PLTU Riau-1

Jakarta, SUARA TANGERANG – Setelah beberapa kali menjalani pemeriksaan dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com