Ruang pemantauan siaran kpi

Menkominfo harap KPI efektifkan pengawasan dan pengendalian konten siaran

Jakarta, SUARA TANGERANG – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengharapkan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) lebih efektif dalam melaksanakan pengawasan dan pengendalian konten siaran.  Hal itu berkaitan dengan adanya janji lembaga penyiaran untuk menyiapkan dan menyiarkan konten-konten tertentu.

“Pengendali dan pengawasan konten ada di KPI. Kita berharap KPI bisa lebih efektif. Kalau kita lihat ke atas tadi (ruang pemantauan siaran, red.) prosesnya sudah baru, walaupun perangkatnya kelihatan masih lama yang digunakan,” katanya dalam sambutan Peresmian Gedung Komisi Penyiaran Indonesia, di Jalan H. Juanda Jakarta, Senin (3/9) lalu.

Salah satu indikator efektifitas kinerja KPI, menurut Menteri Kominfo ditunjukkan dengan pengambilan keputusan yang jaug lebih cepat. “Sebagai contoh proses untuk mendapatkan informasi bagi komisioner rapat mengambil keputusannya itu bisa dalam 1 x 24 jam, tadinya proses sebelumnya dalam 4 hari,” ungkap Rudiantara.

Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Al Masyhari menilai kinerja KPI sudah lumayan baik dibandingkan sebelumnya. “Kinerjanya sudah lumayan baik dari sebelumnya. paling tidak sudah lebih responsif hanya butuh waktu singkat untuk bisa ambil keputusan itu yang penting,” katanya.

Menurut Kharis Al Masyhari, bagi stasiun TV dan Lembaga penyiaran yang dibutuhkan adalah kecepatan. “Kalau memang ada salah koreksinya lebih cepat, jangan sudah agak lama baru ada teguran sementara siaran sudah berlangsung. Kinerja seperti ini yang kita harapkan Mungkin time lag nya diperpendek lagi bisa lebih cepat dari 24 jam,” paparnya.

Rumah Penyiaran Indonesia

Peresmian kantor baru diyakini Ketua KPI Pusat Yuliandre Darwis dapat membawa semangat baru dan menjadikan KPI sebagai rumah penyiaran bagi seluruh masyarakat Indonesia. “Kantor baru KPI ini menjadi semangat baru bagi KPI tidak hanya sebagai lembaga regulator tapi menjadi rumah bagi penyiaran Indonesia,” ungkap Andre sebelum Peresmian Gedung KPI.

Bahkan Yuliandre Darwis mengajak masyarakat ikut menyampaikan gagasan dan ide untuk pengembangan penyiaran di Indonesia.

“Ini akan menjadi rumah penyairan bagi masyarakat Indonesia. Kami membuka kesempatan bagi masyarakat yang mempunyai ide dan gagasan serta pandangan bagi penyiaran di Indonesia,” katanya.

Yuliandre menambahkan semangat KPI saat ini bukan pada gedung barunya tapi semangat bahwa publik bisa melihat sesuatu dalam hal penyiaran lebih cepat.

“Tidak ada alasan lagi untuk excuse, sekarang sudah cepat, artinya dinamis. Cambukan bagi KPI, karena ini adalah representasi publik, kami berharap tata kelola penyiaran lebih baik. Mudah-mudahan regulasi lebih baik lagi dan KPI bisa menata konten lebih baik,” tandasnya.

Komisioner dan staf KPI kini berkantor di Jalan Ir H Djuanda Nomor 36, Jakarta. Hadirnya infrastruktur baru dalam proses pemantauan konten bisa membuat KPI tambah efektif dalam mengendalikan konten-konten penyiaran.

Saat ini, menurut Yuliandre, KPI menggunakan peralatan baru melakukan pemantauan terhadap siaran15 stasiun televisi berjaringan, 15 provider lembaga penyiaran berlangganan (LPB), dan 25 radio berjaringan.

“Ada yang menarik dulu butuh proses panjang jika ada sanksi terhadap penyiaran, sekarang dengan teknologi baru bisa ketahui indikasi pasal-pasal yang dikenakan dalam waktu 1x 24 jam. Tahun depan pesta demokrasi akan menjadi catatan penting, media penyiaran jadi barometer informasi dan bagaimana penyiaran bisa jadi tetap suri tauladan bagi publik,” kata Yuliandre. (1st/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Mendag Enggartiasto

Mendag Enggartiasto pimpim misi dagang Asia Selatan

Jakarta, SUARA TANGERANG – Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita memboyong 61 orang Delegasi Bisnis Indonesia ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com