Sosialisasi memilih obat yang aman

Masyarakat Pondok Aren diminta hati-hati dan cermat memilih obat

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Masyaraka diminta untuk berhati-hati dan cermat dalam mimilih obat untuk mengobati suatu penyakit dengan benar.

Hal ini disampaikan oleh anggota Komisi IX DPR RI, Marinus Gea yang juga anggota Fraksi PDI Perjuangan dalam acara sosialisasi pemberdayaan masyarakat dengan tema “Tips Memilih Obat Yang Aman”, di Aula Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (13/9).

Menurut Marinus, kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan guna mengedukasi masyarakat, khususnya masyarakat Pondok Aren tentang cara bagaimana mencegah tertularnya suatu penyakit dan mengajarkan bagaimana menjalankan pola hidup sehat.

Acara yang terselenggara berkat kerjasama Komisi IX DPR RI dengan BPOM Banten dan Dinas Kesehatan (Dinskes) Kota Tangsel ini, juga dihadiri oleh Kepala Seksi Pemeriksaan, Penyidikan, Sertifikasi dan Layanan Masyarakat, perwakilan Dinkes Kota Tangsel dan perwakilan masyarakat Pondok Aren.

“Ini adalah program kerjasama antara Komisi IX DPR RI dengan beberapa mitra kerjanya seperti BPOM dan Dinas Kesehatan. Kita memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang bagaimana menjalankan pola hidup sehat, dengan makan makanan yang baik dan sehat,” terangnya .

Tidak hanya itu, masih menurut Marinus masyarakat juga dapat memahami bagaimana memilih obat untuk mengobati suatu penyakit dengan benar. Salah satu di antaranya adalah dengan memperhatikan tanggal kadaluarsanya suatu obat.

Marinus juga menambahkan bahwa, Komisi IX DPR RI telah bertekad untuk menjadikan banyak masyarakat luas khususnya yang mengikuti kegiatan sosialisasi kesehatan tentang tata cara memilih obat yang baik dan benar .

“Masyarakat akan menjadi duta-duta kesehatan untuk keluarganya sendiri  dan juga untuk para tetangga serta lingkungannya,” paparnya.

Sementara di tempat yang sama, Kepala Seksi Pemeriksaan, Penyidikan, Sertifikasi dan Layanan Masyarakat BPOM Banten, Faisal Mustopa Kamil menambahkan, bahwa sosialisasi yang dilakukan atas anggota DPR RI Komisi IX dan BPOM Banten tersebut, dilakukan pada 24 titk dan selalu berganti tempat dan tema dari materi yang disosialisasikannya.

“Kegiatan sosialisasi bersama tentang obat ini meliputi, komunikasi, informasi dan juga edukasi kepada masyarakat. Tiap wilayah yang berbeda-beda tentang tema yang disampaikan, dari tentang obat obatan,kosmetik  dan lainnya.”

“Dan, ini merupakan kegiatan terakhir dari 24 rangkaian kegiatan yang telah dilakukan bersama, yang juga melibatkan Dinas Kesehatan setempat,” terangnya.

Masyarakat perlu diedukasi untuk memilih dan menggunakan obat dengan baik dan benar. Apa-apa saja yang mesti diperhatikan oleh masyarakat saat akan menggunakan obat dan kosmetik, seperti, labelnya, kemasannya, izin edarnya, kadar dosis obatnya, kegunaan obatnya, masa kadaluarsanya.

“Jika obatnya telah kadaluarsa, maka sudah menjadi kewajiban pihak pabrik pembuat, untuk menarik produknya di pasaran untuk keamanan masyarakat dan penggunanya,” pungkas Faisal. (H3n)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Pentungan Tangsel

Dari PENTUNGAN, Pemkot Tangsel berhasil tagih 54 miliar tunggakan PBB

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG –  Peran pajak dalam meningkatkan pembangaunan diberbagai sektor kehidupan di Tanah ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com