Diduga, SDN Batusari 01 Tanah SK eks Titisara

Warga Batusari yakin akan menang gugatan tanah eks Titisara

Kota Tangerang, SUARA TANGERANG – Warga Kelurahan Batusari, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang yakin akan memenangkan gugatan tanah negara eks Titisara seluas 28 hektar.

Hal tersebut dengan adanya Pendading putusan PN Tangerang 30 Juli 2012 Nomor 336/PDT.G/2011/PN.TNG.

Habibullah warga Kelurahan Barusari yang juga tokoh masyarakat setempat mengatakan, tanah seluas 28 hektar di wilayah Kelurahan Batusari, Kecamatan Batuceper yang dulunya belum dimekarkan itu sudah sejak lama digarap warga, sejak tahun 1956.

”Ya kami tahu persis dasarnya tanah ini di Kecamatan Batuceper,” ujar Habubullah, Jumat (12/10).

Dikatakanya, dampak peralihan dari Pemkab Tangerang ke Kota Tangerang semua penggarap memiliki surat legalisasi tetap yaitu, Daftar Himpunan Ketetapan Pajak (DHKP) pada tahun 1999. Karena banyak lawan politik dan ajang bisnis di lokasi tanah tersebut ada yang mengajukan untuk pemerintah.

”Para penggarap tidak terima kalau tanah ini diakui pihak lain. Sehingga mengajukan gugatan ke PN Tangerang tahun 2011,” terangnya.

Dalam putusan pengadilan tersebut kata dia, lahan seluas 28 hektare tersebut tidak serta merta dikuasai oleh penggarap. Tetapi ada juga tanah tersebut dibagikan ke pemerintah daerah untuk fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos fasum).

”Informasi yang beredar sih pemerintah dapat bagian dari lahan eks Titisara seluas 7 hektar,” terangnya.

Dalam surat Penandatangan Damai (Pendading) di PN Tangerang kata dia, pada tahun 2014 perjanjian damai antara penggarap dengan pemerintah. Dalam isi Pendading tersebut pemerintah menerima fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos fasum) seluas 7 hektare.

Lahan 7 hektare tersebut lanjut dia, Pemkot Tangerang menghibahkan ke fasos fasum seperti SDN Batuceper 01, 14 bidang sarana ibadah, 6 bidang sekolah, 2 tanah kosong, 1 bidang mandi cuci kakus (MCK), 1 galian pasir yang saat ini menjadi situ Belendnung.

”Jadi intinya pemerintah kebagian tanah tersebut warga atau penggarap pun menerima tanah tersebut,” terangnya.

Meski demikian fasos fasum tanah eks Titisara berada di SDN Batusari 01 yang ditempati 15 Kepala Keluarga (KK) di sana seluas 350 meter persegi. Sehingga mereka tidak bisa memiliki dan menempati tanah aset pemerintah kota.

”Yang saya tahu si bapak itu sebagai penjaga sekolahan yang dulunya sekolah rakyat,” katanya.

Terpisah, Kasubag Bantuan Hukum Setda Pemkot Tangerang Budi Darmawanto menuturkan, pasca kejadian pembongkaran empat rumah kontrakan warga Kelurahan Batujaya belum ada yang meminta bantuan hukum.

”Siapapun orangnya yang mengajukan bantuan hukum khusus warga Kota Tangerang kami siap melayaninya,” terangnya.

Sementara itu, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Jeni saat dimintai keterangan, kliennya tidak pernah mengajukan ke ranah PN Tangerang. ”Intinya klien kami belum ke ranah itu mas,” paparnya. (T’6r)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Pelaku Curas Mahasiswi UIN Jakarta

Dua pelaku curas mahasiswi UIN Jakarta dibekuk polisi

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Polres Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berhasil bekuk dua pelaku tindakan ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com