Puspemkot Tangsel

Truth nilai kualitas gedung Puspemkot Tangsel kurang baik

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Tangerang Public Transperancy Wacth (Truth) menilai kualitas gedung Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangsel kurang baik.

Bahkan, pada beberapa bagian gedung yang total menghabiskan dana APBD Tangsel ratusan miliar lebih itu, sudah mulai keropos dan berkarat.

Gedung Puspemkot Tangsel

Bagian gedung Puspemkot Tangsel yang rusak

Koordinator Truth Aco Ardiansyah mengatakan, salah satu bagian yang mulai keropos dan berkarat tersebut adalah bata ringan hebel dan rangka besi di jembatan penghubung antar gedung di Puspemkot Tangsel.

“Bagaimana bisa gedung yang belum lama ini dibangun dan ditempati, sudah terlihat beberapa bagian yang berkarat dan keropos. Ini kan menunjukkan bahwa kualitas pembangunan gedung tersebut tidak baik, bahan-bahan yang digunakan juga tidak berkualitas yang baik,” kata Aco kepada wartawan, Kamis (18/10) lalu.

Menurut Aco, hal ini kemudian tentu menimbulkan banyak pertanyaan, bahwa gedung yang baru saja dibangun sudah keropos dan berkarat.

“Apakah dalam pembangunannya sudah sesuai dengan spesifikasinya? Lalu bagaimana pengawasan terhadap pembangunan gedung itu,” tambahnya.

Dari hasil pengamatan yang dilakukan Truth, sebelumnya memang terdapat potensi-potensi kecurangan yang terjadi pada pembangunan Puspemkot Tangsel, ini dapat dilihat dari media opentender.net.

Dimana, kata Aco, dalam opentender itu menunjukkan bahwa sejak pembangunan pada tahun 2016 potensi kecurangannya19 dari angka 1-20 dan 2017 menunjukkan bahwa pembangunan Puspemkot Tangsel Tahap II Potensi kecurangannya 18 dan masing-masing berada pada zona merah (potensi kecurangan tinggi).

Kemudian hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) TA 2017 yang mana menunjukkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK pada 20 Februari 2018 bersama dengan PPTK, pelaksana pekerjaan dan pengawas lapangan menunjukkan kekurangan volume atas beberapa item pekerjaan terpasang sebesar Rp670.707.614,92 pada Paket Pekerjaan Pembangunan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan Gedung 3 Tahap II.

Dalam rinciannya antara lain;

  1. Pekerjaan cover kolom jembatan Gedung 3 ke gedung 1.
  2. Pekerjaan cover kolom jembatan Gedung 3 ke gedung parkir.
  3. Skylight kaca laminated tempered 5+5 double.
  4. Pekerjaan dinding dan kolom granit.
  5. Pekerjaan pemasangan lantai selasar batu alam andesit 30×30.
  6. Pemasangan antislip ramp jembatan penghubung.
  7. Lift penumpang.

“Dari data di atas menunjukkan secara jelas bahwa kecurangan tersebut ada dan terjadi, sehingga bagi kami, semua pihak dalam pelaksanaan pembangunan gedung ini bertanggungjawab, mulai dari proses lelang, pelaksanaan hingga penerimaan hasil pekerjaan tersebut,” imbuhnya.

Aco pun berharap aparat penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan dan Kepolisian bisa segera mengusut dugaan adanya kecurangan dalam pelaksanaan pembangunan gedung Puspemkot di era kepemimpinan Walikota Airin Rachmi Diany itu.

“Jika melihat hasil audit BPK, potensi kerugian negara dalam proyek pembangunan gedung Puspemkot Tangsel kemungkinan besar ada. Nah, inilah tugas aparat penegak hukum untuk menindaklanjutinya,” tukasnya.

Sayangnya Kepala Dinas Bangunan dan Tata Ruang Kota Tangsel, Dendi Priyandana belum mau memberikan klarifikasi terkait hal tersebut. Beberapa kali dihubungi melalui sambungan telpon, Dendi enggan merespons. Pesan singkat yang dikirim wartawan pun tak kunjung dibalas. (T’6r/rls)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

HUT ke-10 Tangsel

Dedikasi satu dekade kota Tangsel

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG  – Kata dedikasi dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) memiliki arti ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com