Forum Kehumasan OPD se-Tangsel

Diskominfo Tangsel : Waspada hoax, dan hindari berita tanpa fakta

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG  – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar Forum Kehumasan bertajuk “Waspada Hoax, Hindari Berita Tanpa Fakta”, Senin, (12/11).

Acara yang digelar di Aula Balai Kota Tangsel, Jalan Maruga No.1, Serua, Ciputat, dihadiri Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany, Kepala Diskominfo Tangsel, Ismunandar, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Komunikasi dan Kehumasan Diskominfo Tangsel, Irfan Santoso dan Wakil Ketua Komite Edukasi Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Heni Mulyati.

Wali Kota Airin dalam sambutannya mengatakan salah satu kewajiban pemerintah Tangsel yaitu menyampaikan apa yang sedang, akan dan sudah dilakukan kepada masyarakat.

“Fungsi dan tugas Humas sebagai komunikasi disetiap OPD, yaitu membuat publikasi semua program prioritas di dalam OPD masing-masing.”

“Jangan sampai Humas tidak punya bahan untuk disampaikan kepada masyarakat,” tandasnya.

Lanjutnya, masyarakat Tangsel ini adalah masyarakat yang dinamis. sudah tidak ada lagi sekat antara satu dengan lainnya. Karena ketidaktahuan mereka, mereka bisa menyebut bahwa pegawai Pemkot tidak bekerja.

“Padahal kita kerja keras untuk memberikan pelayanan terbaik dan ini harus disampaikan kepada masyarakat secara terbuka, dan kita juga harus bisa menerima kritikan dan saran, jangan sampai kita anti kritik, sepanjang benar dan tidak hoax maka kita harus terima,” jelasnya.

Airin juga menambahkan tugas dan kewajiban pegawai adalah menyampaikan kepada masyarakat dengan apa adanya, bukan hanya pencitraan, sehingga masyarakat akan  dapat menilai siapa kita.

“Saya berharap forum kehumanasan ini dapat aktif, komunikasi dan menyampaikan apa saja yang telah dikukan oleh Pemkot. Inilah fungsi dalam forum kehumasan untuk memfeeding informasi. Sekali lagi, sampaikan apa adanya program yang sudah, sedang dan akan dilakukan,” terangnya.

Sementara di tempat yang sama Kepala Diskominfo Kota Tangsel Ismunandar, menyampaikan bahwa Forum Kehumasan sudah dibentuk sejak 2017. Masing-masing OPD mempersiapkan bahan-bahan data yang terkait dengan kegiatan OPD dan perlu di publikasikan ke media.

“Forum Kehumasan merupakan kegiatan rutin tahunan Humas pada Diskominfo dalam rangka memberikan pengetahuan kepada petugas Kehumasan pada OPD se-Tangsel,” jelasnya.

Lanjutnya, hoax adalah berita bohong yang bertujuan mendiskreditkan individu atau kelompok. Hoax jelas tidak bisa dibiarkan berkembang liar ditengah masyarakat karena berbahaya bagi kehidupan berbangsa yang aman dan damai.

“Dampak negatif hoax yang dianggap kebenaran oleh individu atau kelompok tak hanya dapat meretakkan hubungan individu, komunitas, bangsa, tapi bisa juga menimbulkan perang antarbangsa. Hoax menimbulkan konflik horizontal, yaitu individu atau kelompok dengan individu atau kelompok lain,” bebernya.

Dengan kegiatan Forum Kehumasan ini, para petugas kehumasan di OPD dididik atau dilatih untuk menangkal atau mudah percaya dengan berita hoax dan ikut menyebarkannya di sosial media.

“Kegiatan ini juga merupakan salah satu usaha untuk memerangi dan menangkal isu hoax yang marak beredar akhir-akhir ini,” paparnya.

Senada dengan Ismunandar, Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Informasi Komunikasi dan Kehumasan Diskominfo Tangsel, Irfan Santoso menerangkan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kehumasan kepada para Humas di setiap OPD di lingkup Pemkot Tangsel.

“Kita menyampaikan kepada para peserta bagaimana cara penanggulangan hoax, dimana setiap berita sebelum disebar luaskan harus melalui cek dan ricek terlebih dahulu, apakah hoax atau berita asli,” terang Irfan.

Menurut Irfan saat ini Kementrian Kominfo memiliki satu wadah untuk memberikan informasi mengenai berita hoax atau benar, yakni melalui trust positif. Dimana ada tim khusus yang dibentuk untuk bisa ditanyakan terkait berita yang sering bermunculan di tengah masyarakat.

“Disetiap OPD telah dibentuk Humas, dimana keberadaan Humas ini bertujuan untuk membantu kita di bidang kehumasan untuk menangani dan memecahkan masalah terkait publikasi dan menanggulangi penyebaran berita hoax,” jelasnya.

Ia juga menambahkan adanya Humas di setiap OPD untuk membantu pihaknya dalam menyampaikan prestasi-prestasi OPD ketika untuk dipublikasikan, sehingga datanya benar dan lengkap.

“Agar masyarakat dapat mengetahui secara teknis dan OPD-nya bisa menjelaskan, sehingga kita bisa publikasikan. Hal ini untuk mendapatkan informasi yang benar,” terang irfan .

Sementara  Wakil Ketua Komite Edukasi selaku perwakilan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Heni Mulyati menjelaskan saat ini ada aplikasi android bernama “hoax buster tools” yang bisa didownload masyarakat untuk mengecek berita hoax atau bukan.

“Di dalam aplikasi tersebut terdapat rujukan media kredibel, sehingga yang bersifat hoax akan cepat diketahui. Siapa pun bisa menggunakan aplikasi tersebut,”pungkasnya . (H3N)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wali Kota Arief Pemuda Melek Politik

Ini pesan Wali Kota Arief kepada kaum millennial

Kota Tangerang, SUARA TANGERANG – Hadir pada acara diskusi yang diselenggarakan oleh About TNG, pada ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com