SMPN 25 Kota Tangerang

Diduga pungli, orang tua murid keluhkan rencana study tour beberapa SMPN Kota Tangerang

Kota Tangerang, SUARA TANGARANG  – Lagi lagi ada saja alasan pihak sekolah untuk membenarkan sejumlah pungutan yang dikategorikan sebagai pungutan liar dari perserta didik, orang tua atau walinya.

Salah satunya, adalah biaya study tour. Biaya ini merupakan salah satu dari sekian banyak jenis pungutan liar yang kerap dilakukan pihak sekolah mulai dari SD, SMP sampai SMA.

Seperti di salah satu Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN 25) di wilayah Kecamatan Larangan Kota Tangerang, melakukan kegiatan jalan-jalan (study tour) ke Cirebon dengan biaya per siswa dipungut sebesar Rp. 550 ribu berangkat pada tanggal 19 Desember 2018 nanti. Dimana sebelumnya SMPN 11 juga telah melakukan study tour ke Yogyakarta.

Salah satu wali murid yang tidak mau disebutkan namanya merasa keberatan adanya study tour  yang dilakukan pihak sekolah.

“Saya merasa keberatan adanya agenda yang dilakukan sekolah untuk pergi ke Cirebon tesebut, lantaran terlalu besar biayanya” ucapnya saat ditemui awak media, Jum’at (7/12).

Dirinya juga merasa terpaksa untuk membayar uang study tour tersebut karena mendapat tuntutan dari anak. “Terpaksa saya bayar lantaran anak Saya menuntut, karena merasa gak enak kalau tidak ikut,” terangnya

“Bukan hanya yang mampu saja yang harus membayar dan ikut study tour tersebut, anak yatim saja tetap harus membayar walaupun hanya setengahnya,” Tandasnya

Sementara itu,  H. Sehad Plh Kurikulum SMPN 25 membenarkan adanya study tour yang dilakukan pihak sekolah lantaran untuk pembekalan pembelajaran diluar sekolah.

“Ya, memang akan ada study tour pada tanggal 19 desember 2018 nanti, akan tetapi semua yang melakukan adalah pihak komite melalu travel yang sudah bekerjasama,” ucapnya saat ditemui, Selasa (11/12).

Dirinya juga mengaku dinas pendidikan juga membolehkan adanya study tour dan Kita sudah mendapatkan izin dari dinas pendidikan kota tangerang.

“Ya, Kita (sekolah. Red) sudah mendapatkan izin dari dinas pendidikan kota tangerang terkait adanya study tour tersebut, karena dinas membolehkan adanya study tour,” terangnya

Adapun murid yang ikut dalam study tour  dirinya menjelaskan ada sekitar lima ratus tujuh puluh enam murid yang ikut dalam study tour tersebut yang terbagi dalam dua kelas.

“Untuk kelas tujuh 306 siswa yang ikut, dan untuk kelas delapan 270 siswa. Jadi total 576 siswa yang ikut,” pungkasnya. (T’6r)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Gedung SMPN 17 Tangsel

Diduga kangkangi Permendikbud 75/2015, SMPN 17 Tangsel masih lakukan pungutan ke siswa tiap bulan

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG  –  Salah satu sekolah negeri di Tangerang Selatan (Tangsel) diduga masih ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com