WBK Kantor Bea Cukai Tangerang

Target penerimaan tercapai, Bea Cukai Tangerang canangkan zona integritas wilayah bebas korupsi

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG  – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean A Tangerang menutup Tahun 2018 dengan sempurna. Pasalnya, target penerimaan negara, akhirnya tercapai dengan persentase 100,5% atau senilai Rp1.985.518.717.447,00 dari total target Rp1.975.700.000.000,00. Ini berarti capaian realisasi penerimaan Negara tumbuh sekitar 24% dibandingkan target penerimaan Negara pada tahun 2017 yang baru sebesar Rp1.599.987.455.000,00.

Dijelaskan Aris Sudarmito, Kepala Kantor Bea Cukai Tangerang, baik di sektor Pabean maupun Cukai, masing-masing menyumbang capaian target senilai 76,38% dan 103,05%. Total Rp144.362.936.957,00 merupakan pungutan berupa Bea Masuk, Bunga, serta Denda Administrasi Pabean. Sedangkan di sektor penerimaan Cukai pun tercapai sebesar Rp1.841.155.780.520,00 dari yang ditargetkan sebesar Rp1.786.700.000.000,00 yang terdiri dari Cukai Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA), cukai Etil Alkohol, cukai Hasil Tembakau, serta Denda Administrasi Cukai.

Dan, di bidang pengawasan, Unit penindakan dan penyidikan berhasil melakukan sejumlah 70 penindakan atas indikasi pelanggaran di bidang Kepabeanan dan juga Cukai.

“Dari total kasus penindakan, sejumlah 21 merupakan penindakan di bidang Kepabeanan, dan 49 lainnya merupakan penindakan di bidang Cukai. Dari total 49 penindakan Cukai tersebut terdiri atas sejumlah 15.782 botol MMEA Golongan B dan C, 1.285 botol liquid vape, dan 1.211.840 batang rokok.  Senilai Rp1.778.947.375,00 potensi kerugian Negara dapat diselamatkan,” beber Aris.

“Selain itu, terdapat satu kasus rokok ilegal yang ditindaklanjuti penyidikan yang telah dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan,” tambah Aris.

Pelayanan yang menjadi ujung tombak pun menggoreskan prestasi dengan capaian predikat sangat memuaskan pada survei pengguna jasa yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Dengan indeks kepuasan pengguna jasa 4,29 dari skala 5 menunjukan tercapainya target 4,26 yang ditetapkan.

Selain itu, kata Ari, peranan inovasi yang dilakukan juga berpengaruh pada efektivitas serta efisiensi pelayanan yang diberikan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pelayanan yang diberikan termasuk dalam kategori pelayanan prima. Inovasi dimaksud antara lain di sektor Cukai yaitu penyiapan dan pengantaran atas pemesanan pita cukai melalui CK-1A langsung ke perusahaan reksan cukai. Dengan itu, pelayanan berjalan dengan efektif dan efisien, baik dari sisi penghematan waktu maupun biaya.

Selanjutnya, implementasi serta persiapan mandatory sistem dan aplikasi berbasis web terus dilakukan, di antaranya Mandatory CK-6 Online pada 1 November 2018 yang diperuntukkan bagi penyampaian dokumen pelindung Barang Kena Cukai berupa Etil Alkohol maupun MMEA yang sudah dilunasi cukainya. Kemudian, Mandatory ExSIS/SAC3 (Excise Services and Information System/Sistem Aplikasi Cukai Versi 3) secara bertahap bagi para Reksan Cukai untuk kemudahan pelayanan serta pengelolaan data Cukai.

Tak luput jua persiapan yang dilakukan dalam menyambut Mandatory PDE Internet awal tahun 2019. Sejak November telah dilakukan pelatihan serta asistensi sebagai peletakan landasan PDE Internet khususnya bagi para eksportir di wilayah pengawasan Bea Cukai Tangerang.

Tuntasnya target penerimaan yang dicapai tahun 2018, menambah daftar resolusi yang harus dicapai pada tahun 2019. Tak hanya target penerimaan yang menjadi fokus peningkatan kinerja, kini Bea Cukai Tangerang menghadapi tantangan baru, yaitu pencanangan komitmen pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) oleh Kantor Bea Cukai Tangerang, sebagai salah satu dari 30 satker yang diusulkan DJBC di tahun 2019 ini.

“Dengan pencanangan tersebut, Bea Cukai Tangerang berharap dengan dukungan semua pihak akan mampu untuk konsisten dalam mewujudkan sasaran reformasi birokrasi yaitu peningkatan kapasitas dan akuntabilitas organisasi, pemerintah yang bersih dan bebas KKN, serta peningkatan pelayanan publik. Sebuah kondisi yang juga sangat diharapkan bagi kalangan pelaku usaha dan industri yang berada di wilayah kerja pengawasan Bea Cukai Tangerang,” jelas Ari.

Dalam acara yang digelar di Aula Lantai 3 Kantor Bea dan Cukai Tangerang, Jl Jalur Sutera 32D, Alam Sutera, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (15/1) kemarin, juga dikukuhkan 2 (dua) perusahaan penerima fasilitas kawasan berikat sebagai Kawasan Berikat Mandiri, yaitu PT Victory Ching Luh dan PT Panca Prima Eka Brothers, yang berarti dengan tingkat kepatuhannya selama ini layak diberikan layanan dengan tingkat pengawasan yang sangat minimal dari Bea Cukai Tangerang. Juga diberikan penghargaan untuk beberapa perusahaan dengan kategori di antaranya sebagai Penyumbang Penerimaan Negara terbesar dan Perusahaan dengan Kepatuhan Terbaik. (rls)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Sachrudin Pusat Kuliner dan Oleh oleh

Sachrudin resmikan Pusat Kuliner dan Oleh-oleh khas Kota Tangerang

Kota Tangerang, SUARA TANGERANG – Wakil ‌Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, Rabu (9/1)  meresmikan Pusat ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com