Kantor Dinkes Tangsel

Berantas jentik nyamuk, Dinkes Tangsel imbau masyarakat lakukan PSN 3M plus

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengimbau masyarakat untuk ikut berpartisipasi memberantas jentik nyamuk di lingkungannya, dengan menggalakkan program PSN dengan cara 3M plus.

Apa itu PSN dengan cara 3M Plus? Adalah pemberantasan sarang nyamuk  dengan cara, 3M, yaitu 1) Menguras/membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain 2) Menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya; dan 3) Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD.

Adapun yang dimaksud dengan Plus adalah segala bentuk kegiatan pencegahan seperti 1) Menaburkan bubuk larvasida (lebih dikenal dengan abate) pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan; 2) Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk; 3) Menggunakan kelambu saat tidur; 4) Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk; 5) Menanam tanaman pengusir nyamuk, 6) Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah; 7) Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Tangsel, Tulus Muladiyono, meningkatnya curah hujan, dan kelembaban udara serta perubahan iklim di awal tahun ini, membuat nyamuk aedes aegypti  berkembang biak secara cepat sehingga populasinya  bertambah, dan dapat mempengaruhi peningkatan resiko  terjangkitnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk di Kota Tangsel.

Karenanya, Tulus  meminta semua pihak untuk ikut mengantisipasi dan waspada lebih dini dengan melakukan pergerakan massal, yaitu dengan menggerakkan program PSN 3M plus,  termasuk mengkatifkan gerakan satu rumah satu jumantik, program ini merupakan langkah awal dalam penyebaran jentik nyamuk aedes aegypti, yang menurutnya tidak dilakukan oleh semua warga di kota C’More ini.

“Padahal, antisipasi satu rumah satu jumantik adalah langkah awal untuk menghadapi kondisi cuaca seperti ini. Kita akan kewalahan, karena tidak semua warga melakukan hal tersebut,” kata Tulus, Serpong, Selasa (22/1).

Adanya jentik, katanya, harus tetap dibersihkan oleh masing-masing anggota keluarga yang ada di dalam rumah tiap minggu dan tidak hanya rumah, tetapi tempat-tempat  umum yang ada disekitar lingkungan seperti mesjid. rumah kosong. sekolah dll, yang ada disekitar kita.

“Nah tidak semua masyarakat mau menangani kebersihan rumahnya, tergantung dari masing-masing orang yang mpunya rumah. Kalau hanya sebagian yang melakukan, ya tidak bisa menolong lingkungannya,”ujar Tulus.

Sementara untuk mengatasi meningkatnya jumlah populasi nyamuk dewasa di RT dan RW, Dinkes Tangsel telah meminta kepada pihak terkait untuk memberlakukan fogging hingga masuk ke dalam rumah agar bisa memusnahkan nyamuk aedes agepty. Namun, keinginan masyarakat untuk fogging diluar rumah masih sangat banyak.

“Ya gak bisa seperti itu, kan nyamuknya ada di dalam rumah. Mau gak mau kita harus lakukan fogging untuk mengurangi populasi nyamuk aedes agepty di antaranya. Hal inilah yang menjadi sulit untuk mencapai efektifitas fogging yang mencapai 80 persen,” paparnya. (H3n)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Jalan Amblas

Jalan Raya Puspiptek amblas bentuk lubang besar, lalu lintas dialihkan

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Jalan Raya Puspiptek tepatnya yang berada di depan Perumahan Serpong ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com