Jurnalis Bali

SJB tuntut Presiden cabut remisi pembunuh wartawan Radar Bali-Jawa Pos

Denpasar, SUARA TANGERANG  – Ratusan jurnalis yang tergabung dalam Solidaritas Jurnalis Bali (SJB), Jumat (25/1) kemarin,  menggelar aksi solidaritas menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mencabut remisi kepada I Nyoman Susrama, otak pembunuhan wartawan Radar Bali-Jawa Pos.

Aksi solidaritas yang dilaksanakan di Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Bajra Sandi, Renon Denpasar, Bali tersebut juga didukung oleh sejumlah advokat dan puluhan mahasiswa serta konponen masyarakat yang peduli pada kebebasan pers.

Aksi para jurnalis ini diisi orasi dari perwakilan organisasi kewartawanan seperti Ketua AJI Denpasar Nandang Astika, Ketua IJTI Bali AA Gede Kayika, Ketua PWI Bali IGMB Dwikora Putra, dan Ketua PENA NTT (Perhimpinan Jurnalis NTT) di Bali,  Emanuel Dewata Oja.

Usai berorasi, pesert aksi kemudian melakukan longmarch menuju Kantor Kementerian Hukum dan HAM wilayah Bali, sambil berjalan mereka membentangkan poster dan spanduk bertuliskan tuntutan pencabutan remisi  berupa perubahan hukuman pidana penjara seumur hidup menjadi pidana penjara sementara (20 tahun) kepada I Nyoman Susrama.

Menurut Koordinator aksi Nandhang Astika, pemberian keringanan hukuman ini sebagai langkah mundur terhadap penegakan kemerdekaan pers di Indonesia. Selain itu, keputusan tersebut dianggap mengingkari  proses pengungkapan kasus pembunuhan wartawan di Bali yang saat itu menjadi tonggak penegakan kemerdekaan pers di Indonesia.

“Sebelumnya tidak ada kasus kekerasan terhadap jurnalis yang diungkap secara tuntas di sejumlah daerah di Indonesia, apalagi dihukum berat,” ujar Nandhang.

“Atas dasar itu, kami dari Solidaritas Jurnalis Bali mengajak kawan-kawan jurnalis, pers mahasiswa, aktivis hukum, dan masyarakat  luas untuk mengikuti aksi damai mendesak pembatalan pemberian perubahan hukuman terhadap I Nyoman Susrama,” kata Nandhang.

Lebih lanjut kata Nandhang, Kepres tersebut dinilai sangat mencederai rasa keadikan dan bakal menjadi preseden buruk bagi kebebasan pers terutama kenyamanan bagi para wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“Keputsan pengurangan hukuman tersebut juga  telah memicu protes dari jurnalis di berbagai daerah,”pungkasnya.

Untuk diketahui, aksi SJB yang berakhir di Kantor Kementerian Hukum dan HAM wilayah Bali tersebut, berhasil menemui kepada Kepala Kantor  Hukum dan HAM wilayah Bali, Soetrisno, yang berjanji akan memberikan secara langsung petisi para jurnalis di pulau Dewata ini kepada Kementrian Hukum dan HAM di Jakarta. (1st)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Program Digital Sekolah

Permudah proses belajar mengajar, Kemendikbud luncurkan program digitalisasi sekolah

Jakarta, SUARA TANGERANG – Dalam rangka pengembangan digitalisasi sekolah khususnya di daerah terdepan, terluar, dan ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com