Polres Tangsel

Polres Tangsel berhasil bekuk pelaku pencabulan anak di bawah umur

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Team Vipers Satreskrim Polres Tangerang Selatan (Tangsel) telah membekuk tersangka tindak pidana persetubuhan dan pencabulan terhadap anak di bawah umur.

Korbannya adalah tiga orang anak perempuan, yaitu PDA (6), HEA (12 ) dan RMS (14).

“Ketiga korban persetubuhan dan pencabulan dilakukan oleh ayah tirinya sendiri. Di antaranya, Asep Wahyu (40) beralamat di kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu Tangsel, Erwanto alias Yanto (32) warga Serpong Tangsel  dan pelaku ketiga adalah Herman Toni (45) beralamat di Palembang Sumatra Selatan,” jelas Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan saat menggelar press conference di Mapolres Tangsel, Senin (28/1).

Ferdy melanjutkan ketiga perbuatan tersebut dilaporkan oleh ibu kandung korban dan bapak kandungnya yang pertama yaitu, PDA pada 9 januari 2019, lalu HEA pada tanggal 7 September 2018,  dan korban RMS pada 14 januari 2019.

“Secara umum semua perbuatan dilakukan di rumah kontrakannya sendiri karena ibu kandungnya tidak ada di rumah dan barang bukti berupa pakain dalam para korban menurut pengakuan ketiga korban perbuatan bejad tersebut dilakukan berkali-kali dalam kurun waktu tertentu, sementara korban saat ini dalam pendampingan oleh P2TP2 , para tersangka jiwanya normal namun masih dalam pemeriksaan phskhologis,” paparnya.

Ferddy menambahkan berdasarkan pengakuan tersangka rata-rata usia pernikahan kedua orang tua korban sudah 1 tahun dan pekerjaan para pelaku ketiganya adalah tukang bangunan.

“Ketiganya mengancam pada korban dan juga megancaman orang tuanya yaitu ibunya tidak akan dibiayai lagi oleh si pelaku. Pelaku melakukan paksaan pada ketiga untuk melakukan hubungan sexual dan secara phiskhologis korban mengalami gangguan maka saat ini dalam pengawasan, atas kejadian ini, kami ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa perbuatan amoral si pelaku (ayah tiri, red) dapat menjadi pelajaran bagi  semua orang tua terutama yang ingin menikah lagi untuk lebih mengawasi anak anaknya agar tidak menjadi korban kekerasan seksual,” pungkasnya.

Untuk diketahui, akibat perbuatannya, para pelaku dikenakan pasal 81 atau pasal 82 UU RI Nomer 35 Tahun 2014 atas perubahan UU RI Nomer 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak  denan ancaman hukuman penjara 15 tahun.(H3n)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

pengendara motor mengaku teroris

Langgar lalu lintas, seorang pengendara motor di Tangsel mengaku teroris

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Seorang pengendara sepeda motor membuat gaduh di tengah keramaian lalu ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com