Viral sosial media

Pelaku perusakan motor viral di sosial media akhirnya minta maaf

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG  – Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tiada gunanya.  Peribahasa ini artinya hendaknya berpikir masak-masak sebelum membuat suatu keputusan.

Kiranya tidak salah kalau peribahasa tersebut di atas digunakan untuk menggambarkan perilaku Adi Saputra, pelaku perusakan motor yang kesal saat ditilang petugas Satpolantas Polres Kota Tangerang Selatan (Tangsel), pada Kamis (7/2) yang akhirnya meminta maaf setelah video viral di sosial media.

Adi yang menyesali perbuatannya itu akhirnya memohon maaf dan menangis tersedu- sedu di hadapan sejumlah wartawan saat konferensi pers di Mapolres Kota Tangsel, Jumat (8/2) siang.

Adi pun menyesali perbuatannya di hadapan petugas kepolisian sembari sungkem dan mencium tangan Bripka Oky, petugas Satpolantas yang menilang dirinya .

“Saya Adi Saputra, memohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya bapak dari kepolisian karena perbuatan saya yang tidak terpuji , dan saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Saya juga berterimakasih kepada pihak kepolisian yang telah menegur saya agar tertib berlalulintas dalam berkendaraan, dan semoga permohonan maaf saya dapat diterima,”ucapnya.

Sebelumnya, Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan mejelaslan bahwa, Tim Vipers Sateskrim dan Satpolantas telah mengungkap tindakan pidana yang dilakukan tersangka,yang kesehariannya bekerja sebagai pendagang kopi di kawasan pasar BSD ini.

“Saat mengemudikan kendaraannya pelaku tidak memiliki SIM, dan tidak dilengkapi STNK, juga tidak memasang plat nomor kendaraan yang tidak sesuai  ketentuan, dan melawan arus,” beber AKBP Ferdy.

Ferdy pun menjelaskan bahwa, pria 21 tahun asal Kota Bumi Lampung ini, juga telah melakukan perbuatan pidana menghancurkan kendaraannya yang didapat dari perbuatan ilegal.

“Saat setelah tindakan tilang tersangka merusak kendaraan bermotor yang ditumpangi bersama rekan wanitanya, dan motor yang dirusak diduga hasil tindakan pidana penipuan atau penggelapan oleh tersangka D yang saat ini DPO,” terangnya.

Lanjut AKBP Ferdy,  motor yang berada di tangan pelaku adalah kepemilikan Nur Ichsan yang menggadaikan motor berikut STNK kepada tersangka D, namun tanpa seizin pemilik kendaraan, dijual melalui sosial media seharga 3 juta rupiah.

“Plat nomor kendaraan B 6395 GLW yang terpasang pada motor tidak sesuai dengan plat nomor yang dipakai yaitu B 6382 VDL yang dipasang setelah dibeli dari rekannya Endi melalui COD medsos, ” pungkasnya.

Akibat perbuatan tersangka dikenai pasal 263 KUHP, pasal 372 KUHP  atau pasal 378 KUHP jo pasal 480 KUHP dan atau pasal 233 KUHP atau 406 KUHP dengan ancaman hukuman sampai dengan 6 tahun penjara dan Undang -Undang tentang Lalulintas. (H3n)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Bersatu melawan narkoba

Kesbangpol Kota Tangerang gelar pembinaan kampung bersih narkoba

Kota Tangerang, SUARA TANGERANG – Narkoba adalah musuh bersama, karenanya seluruh elemen anak bangsa harus ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com