PRT bunuh anaknya sendiri

Karena malu, PRT di Tangsel nekat bunuh anak yang baru dilahirkannya

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Pekerja rumah tangga, pembantu rumah tangga ( disingkat PRT) berinisial “R” (17 tahun), diduga telah membunuh bayi yang baru dilahirkannya.

“R” mengaku membunuh bayi berjenis kelamin laki-laki itu karena merasa malu, dan dilahirkannya diluar nikah.

Hal ini disampaikan Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan (Tangsel), AKP Alexander Ahmad Yurikho, saat dirinya menggelar konferensi per di halaman Mapolres Tangsel, BSD, Rabu (13/3).

“Pelaku merasa malu bahwa anak yang dilahirkannya bukan dari pernikahan namun dari hubungan di luar nikah,” jelasnya.

Pembunuhan itu diketahui setelah petugas kebersihan menemukan mayat bayi di Perumahan Urbana Place, Ciputat, Tangsel, pada Senin, 4 Maret 2019 lalu. Mayat bayi itu ditemukan di dalam kantong plastik berwarna merah pada saat petugas kebersihan hendak mengangkut sampah di Blok E 36 di kawasan perumahan tersebut.

“Saksi yang bertugas sebagai petugas kebersihan di perumahan tersebut pada sore hari telah menemukan plastik berwarna merah yang saat ini telah dijadikan barang bukti, di mana saat itu saksi mencium bau yang sangat menyengat. Awal saksi mengira itu adalah mayat dari hewan kucing dan sejinisnya, namun ternyata saat pelastik di buka ditemukannya bayi laki-laki dan telah mempunyai panca indra dan alat gerak yang sudah lengkap,” terangnya .

Alexander melanjutkan lalu saksi melapor ke Polsek Ciputat untuk dilakukan cek dan  olah TKP, dan  setelah penyidikan berjalan maka rumah yang tidak jauh dari tempat pembuangan sampah telah ditemukan seorang PRT yang bekerja baru satu minggu dan setelah di cek TKP pelaku berada di rumah sakit Fatmawati .

“Oleh pemilik rumah, pelaku dibawa ke rumah sakit Fatmawati karena  mengalami pendarahan karena proses melahkan,” tandasnya .

Masih menurut Alexander, pelaku R yang masih di bawah umur itu melakukan perbuatannya di kamar penbantu tanpa ada bantuan dari tenaga medis mana pun .

“Dan, setelah dilakukan otopsi bayi sempat hidup, juga organ fital sempat berfungsi seperti paru -paru dan jantung , hasil otopsi sesuai dengan pengakuan pelaku yaitu setelah bayi dilahirkan, pelaku lalu menghilangkan nyawa bayinya dengan cara membekap bayi dengan kain, dan menekan di bawah lantai hingga bayi tidak bernyawa lag,i” paparnya.

Akibat perbuatannya itu, pelaku dikenai Undang Undang Nomer 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan pasal 341 KUH Pidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (H3n)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Sachrudin Linmas

Pemilu 2019, Satpol PP Kota Tangerang siapkan 10 ribu anggota Linmas untuk jaga keamanan TPS

Kota Tangerang, SUARA TANGERANG – Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin menghadiri pembinaan dan penyuluhan anggota ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com