Korban Apartemen Habitat Tower

Diduga, korban tewas di Apartemen Habitat Tower bermotif pencurian dengan kekerasan

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Sulastri alias Tari (21 ) korban yang tewas di Apartmen Habitat Tower, Kelurahan Bencongan, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Sabtu (11/5) lalu diduga dibunuh oleh pelaku pencurian yang disertai kekerasan di tempat kejadian perkara .

Tidak hanya itu, menurut saksi yang juga pacar korban,  saat ditinggal pergi oleh saksi untuk memancing, Tari si korban masih dalam  keadaan teridur pulas.

Hal tersebut dijelaskan Kapolres Tangerang Selatan (Tangsel) AKBP Ferdy Irawan saat memberikan keterangan pers kepada awak media di halaman Polres Tangsel, Senin (13/5). 

Ferdy juga menjelaskan saat saksi menghubungi korban pada sore hari pukul 17.00 Wib melalui pesan WatsApp (WA), korban sempat memberitahu bahwa ia sedang ada tamu namun pada pukul 17.40 Wib saat dihubungi kembali WA korban sudah tidak membalasnya. 

“Saksi, saat pulang memancing pada pukul 19.00 Wib mendapati gagang pintu luar, apartemen, kamar korban dalam keadaan tidak terkunci. Pintu hanya ditutup begitu saja, dan posisi korban saat itu dalam keadaan terlentang tanpa busana, mulut dilakban dan kaki dalam keadaan terikat,” terang Ferdy.

Menurut Ferdy, korban meninggal akibat luka cekikkan, dan hantaman benda tumpul. “ Inilah yang membuat korban meninggal dunia, salah satunya karena ada lilitan kabel charger handphone pada leher korban,” jelasnya.

Lebih lanjut kata Ferdy, setelah Polsek Kelapa Dua dan Polres Tangsel melakukan penyidikan, dan pemeriksaan CCTV di apartemen, maka ditemukan bukti sereta petunjuk yang mengarah kepada tersangka Agus Susanto (37).

“Berdasarkan penyidikan, yaitu melalui rekaman CCTV juga dari HP korban, dan siapa orang yang terakir bertemu dengan korban di dalam apartemen tersebut, kemudian didapat keterangan dan kesimpulah bahwa motif pembunuhan yang dilakukan tersangka adalah, karena tersangka ingin mengusai harta korban yaitu berupa uang 5 juta dan beberapa unit HP milik korban” paparnya.

Hal lain yang juga disampaikan Ferdy adalah, pelaku dan korban sudah saling kenal lewat aplikasi Wechat, dan hubungannya terus berlanjut, dan janjian untuk melakukan kencan di TKP dengan biaya sekitar 400 ribu, namun setelah kencan ada niat muncul dari pelaku karena melihat barang-barang berharga milik korban dan  menghabisi nyawa korban.

“Niatnya muncul setelah di TKP karena melihat barang berharga lalu terjadi keributan setelah kencan. Hal ini diperkuat dari pentuturan seorang saksi yang bersebelahan dengan kamar korban setelah mendengar keributan pada pukul 19.00 Wib, ” beber Ferdy. 

Kapolres Kota Tangsel ini pun menambahkan, bahwa pelaku ditangkap di Jalan Panglima Polim, Kelurahan Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang.

“Akibat perbuatan pelaku yaitu melakukan pembunuhan serta pencurian dan kekerasan, maka pelaku dikenai pasal 340 dan pasal 338 juga pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati,” pungkas Ferdy. (H3n)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Balap liar di Tangsel

Ratusan sepeda motor diamankan saat aksi balap liar di Tangsel

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Kepolisian Resort (Polres) Kota Tangerang Selatan  (Tangsel) pada Minggu (19/5) ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com