Deklarasi sekolah ramah anak di Tangsel

Sekolah ramah anak, Taryono : Perlu kolaborasi semua pihak untuk mejudkannya

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Taryono menyampaikan bahwa ekosistem kondusif pendidikan harus dibangun melalui kolaborasi harmonis semua pihak.

Karenanya, dengan pola asuh orang tua yang ramah anak, sekolah ramah anak dan kondisi masyarakat yang ramah anak akan lahir generasi yang cerdas serta berkarakter. Hal ini disampaikan Taryono saat menghadiri Deklarasi Sekolah Ramah Anak yang dikukan oleh Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 7 Kota Tangsel, pada Selasa (14/5).

Menurut Taryono sekolah ramah anak harus dapat diwujudkan secara konkrit dalam rangka membangun generasi cerdas, dan berkarakter.

Mantan Sekretaris Dindikbut Kota Tangsel ini pun menuturkan bahwa sebuah daerah yang ramah anak, di situlah akan terbangun lagi ekosistem kondusif yang ramah bagi tumbuh kembangnya anak, di situlah anak akan berkembang bakat dan potensi dirinya dengan baik. 

“Anak yang akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, religius, nasionalis, mandiri,  berintegritas, peduli orang lain dan  lingkungannya,” bebernya.

Lanjut Taryono, ini semua terangkum dalam gerakan sekolah bersih dan menyenangkan. Tidak ada lagi tawuran pelajar,  penyalahgunaan narkoba, bullying,  vandalisme, dan radikalisme.

Sementara itu, menurut Kabid Perlindungan Anak pada DPMP3AKB Tangsel Irma Safitri, tujuan adanya Deklarasi Sekolah Ramah Anak adalah untuk berkomitmen menjadikan sekolahnya ramah anak oleh semua warga sekolah.

“Setelah deklarasi mereka harus memenuhi indikator-indikator sekolah ramah anak sesuai dengan peraturan menteri KPPA. Untuk selanjutnya DPMP3AKB akan melakukan pendampingan,” kata Irma.

DPMP3AKB Kota Tangsel akan melakukan sosialisasi pada guru, komite dan warga sekolah lainnya seperti OB, kantin dan lainnya untuk sama-sama mengetahui apa itu sekolah ramah anak dan apa saja indikatornya.

“Harapannya bahwa sekolah trsebut bisa  menjadi sekolah ramah anak sesuai dengan kriteria yang sudah diterapkan. Dengan adanya sekolah ramah anak, maka sekolah mampu untuk membuktikan untuk melakukan kegiatan ramah anak,” jelasnya.

Peran orang tua, komite dan warga sekolah juga penting, “Dan, yang harus dilakukan adalah bersama-sama menyatukam pendapat dam persepsi bagaimana program sekolah ramah anak bisa berjalan di sekolah tersebut,” pungkas Irma. (1st)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

PPDB di Tangsel

Inilah aturan baru Mendikbud soal PPDB TK, SD, SMP, SMA dan SMK

Jakarta, SUARA TANGERANG –  Per 31 Desember 2018, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy telah ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com