BREAKING NEWS
Rumini Guru Honorer Tangsel

Dipecat karena ungkap pungli, Rumini surati Wali Kota Tangsel

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG  – Rumini, mantan guru honorer di SDN Pondon Pucung 02, Pondok Aren, Kota  Tangerang Selatan (Tangsel,) dipecat setelah mengungkap adanya praktik pungutan liar (pungli) di sekolah tempat ia mengajar  tersebut.

Menurut  Rumini, Surat pemecatan dirinya ditandatangani oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tangsel, pada 3 Juni 2019 lalu dengan nomor : 567/2452-Disdikbud, merujuk pada surat Pelaporan dan Permohonan Pemecatan dari Kepala SDN Pondok Pucung 02, Pondok Aren, Tangsel bernomor : 421.1/015/SP/PP02/2019, tanggal 14 Mei 2019.

“Itu resiko buat saya, dipecat. Saya tahu banyak sebenarnya orangtua murid yang terbebani dengan pungutan-pungutan itu, tapi mereka juga nggak bisa berbuat apa-apa. Masyarakat banyak yang berusaha keras memasukkan anaknya di sekolah negeri, harapannya itu karena ada keringanan biaya, ditanggung pemerintah,” kata dia, Senin (1/7).

Meskipun telah dipecat dari pekerjaanya, namun Rumini tidak putus asa untuk memberantas pungli. Menurut perempuan 44 tahun tersebut ada oknum yang terbiasa melakukan praktik pungli di SDN Pondok Pucung 02, Pondok Aren. Namun, hal tersebut dibiarkan lantaran ada persekongkolan antara pegawai di sekolah dengan mereka yang bertugas di dinas terkait.

“Praktik itu (pungli) sudah berlangung bertahun-tahun. Setiap ada yang bersuara mempertanyakan langsung ditegur, jadi nggak ada yang berani mengkritisi. Kalau seperti itu, berarti nggak mungkin hanya 1 atau 2 orang saja, pasti banyak oknum yang terlibat,” tuturnya.

Tak rela dunia pendidikan dikotori oleh ulah oknum-oknum mafia anggaran, Rumini pun mengirimkan surat kepada Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany.

Dalam suratnya, Rumini meminta agar Wali Kota Airin serius memberantas pungli di dunia pendidikan.

“Moto Tangsel itu kan Cerdas, Modern, dan Religius.

Bagaimana anak-anak mau cerdas, kalau buku-buku saja tidak dibelikan. Saya berharap dengan kejadian ini, Ibu Wali Kota Airin dan jajaran lebih terbuka lagi, lebih sering memantau hal itu dari sekolah ke sekolah,” ujarnya.

“Jangan hanya menerima laporan saja, biasanya laporan itu kan pasti kebanyakan bilangnya baik, berjalan baik, tidak ada masalah, padahal kalau dicek masalahnya banyak,” lanjutnya dalam surat untuk Wali Kota Airin.

Tak hanya itu, Rumini juga meminta Airin untuk melindungi pihak-pihak yang menyuarakan kebenaran. Hal tersebut dikarenakan banyaknya intimidasi yang kerap datang kepada orang-orang yang berusaha mengungkap kebenaran.

“Kasihan loh orangtua murid, jangankan mereka, keluarga saya sendiri disambangi satu-persatu. Mudah-mudahan di Kota Tangsel tidak akan pernah terjadi lagi, cukup saya, Rumini, terakhir kali yang terzolimi dari arogansi pihak sekolah,” pungkas Rumini. (1st/6pn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Festival Maulid 2019

Arief : Keberkahan Maulid jadi penyemangat membangun masyarakat berakhlakul karimah

Kota Tangerang, SAURA TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menggelar pawai budaya yang merupakan pembukaan ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com