Tangsel terpapar polusi udara

Kualitas udara di Tangsel terpapar polusi

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dinilai memiliki tingkat polusi udara yang masuk dalam kategori tidak sehat berdasarkan data Air Visual pada hari ini, Sabtu (17/8) siang.

Anehnya penyebab buruknya  kualitas udara di Tangsel  tersebut, hingga masuk kategori tidak sehat pun belum diketahui oleh pemerintah setempat.

“Ini dari mana, apa dari knalpot kendaraan atau lain-lain, pemerintah harus memberikan perhatian terhadap udara yang menurun kualitasnya, antara lain kita akan lalukan uji emisi kendaraan dan sosialisasi efek rumah kaca,” kata Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie sebagaimana dikutip Wartakota.live.com,  Jumat (3/8) lalu.

Benyamin menambahkan, car free day (CFD) yang sempat terhenti akibat Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 lalu sudah dibahas untuk kembali diberlakukan sebagai upaya pengurangan polusi di Tangerang Selatan.

“Sekarang lagi dibahas Dinas Perhubungan, Dinas Pemuda dan Olahraga, dan Dinas Kesehatan tentang aktivasi CFD di tiga titik koridor, Alam Sutera, Bintaro, dan BSD,” jelasnya.

Terkait dengan tingkat polusi udara di Tangsel ini pun Koordinator Aliansi Pemuda Bersatu (APB) Abdul Barri Assyarif menilai perlu disikapi secara serius oleh pemerintah setempat, karena kualitas udara di Tangsel telah melebih angka kualitas aman sebagaimana standar Kementrian Lingkungan Hidup dalam Keputusan Menteri Lingkungan No. 45 Tahun 1997 tentang Indeks Standar Pencemar Udara, yaitu mulai dari angka 0-100.

“Tingkat polusi udara yang telah melampaui standar ambang batas ini perlu disikapi segera oleh pihak-pihak, dan tidak hanya pada tataran wacana, akan begini, akan begitu. Tetapi harus kongkrit dan terukur,” kata Barri, Kamis (15/8).

Membuktikan ucapanya itu, Barri pun bersama rekan-rekannya dari APB melakukan aksi bagi-bagi masker dan penyampaian pesan kepada para pengguna jalan di sekitar traffic light (lampu merah) perempatan Muncu Muncul, di Jalan Raya Puspitek, Setu, Serpong ,Tangsel, Kamis, 15 Agustus 2019 lalu.

Barri juga menyampaikan bahwa  tingginya angka polisi udara di Tangsel ini selain akan berdampak pada kesehatan pernafasan, polusi udara juga dapat berdampak pada kesuburan. “Sebuah studi terbaru menemukan bahwa polusi udara bisa secara langsung berdampak pada kesuburan wanita,” kata Barri.

Studi dari University of Modena di Italia itu mengamati pengukuran terhadap 1.318 wanita. Kesimpulan studi menyebutkan, polusi udara menurunkan aktivitas indung telur wanita, namun tidak secara spesifik meneliti dampak polusi udara terhadap kesuburan.

Lanjut Barri, salah satu penyebab atas buruknya kualitas udara di Tangsel diperparah dengan maraknya mobil truk besar pengangkut tanah yang beroperasi di luar jam operasional yang telah ditentukan.

“Truk –truk itu melintas seenaknya saja, padahal  sesuai Perda, jam operasionalnya itu mulai dari pukul 22.00 – pukul 05.00 pagi. Nyatanya, banyak juga truk yang nekat melintas di luar jam operasional tanpa ada sanksi dari Dinas Perhubungan, dan Polisi Lalu lintas,”ucapnya.

Karenya,  Barri meminta Dinas Perhubungan  (Dishub), dan pihak kepolisian setempat untuk secara tegas menindak truk bertonase besar yang melintas di luar jam operasional di Tangsel.

“Kami juga menuntut dan meminta Dinas Lingkungan Hidup bertanggung jawab penuh atas fenomena ini, dan mengambil langkah nyata untuk memastikan kualitas udara di Tangsel dalam kategori sehat,” pungkasnya. (1st/H3n)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Pasar Modern Bintaro terbakar

Pasar Modern Bintaro diamuk si ‘jago merah’, dua ruko terbakar

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Pasar Modern Bintaro yang berada di Jalan Bintaro Utama, Pondok ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com