Cinta tanpa batas Prof BJ Haabibie

Pesan cinta tanpa batas Prof Habibie di MAN Insan Cendekia Tangsel

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Cerita ini bermula  di tahun 1996, di kawasan perkebunan karet yang tersisa, konsep mencetak generasi berjiwa teknokrat dan berhati mekah adalah buah pemikiran Prof.Habibie membangun sekolah Islam yang awalnya bernama Magnet School.

Masih di tahun yang sama, pembangunan gedung sekolah bernama magnet school berbarengan dengan pembangunan sekolah magnet school di Parepare, akhirnya setahun kemudian nama magnet school berganti nama menjadi Insan Cendekia Boarding School sebelumnya masih di bawah penanggungan BPPT Kemenristek RI seiring jalan akhirnya di bawah naungan Kementrian Agama RI kemudian berganti nama menjadi MAN Insan Cendekia

The Principle MAN Insan Cendekia Serpong, Dra. Persahini Sidik, M.Si Akrab disapa Bu Feni kepada wartawan, kemarin,  Kamis (12/9) mengisahkan sosok Profesor Habiebie yang benar benar sebagai pemikir yang peduli terhadap generasi masa depan bangsa Indonesia

“Sebagai foundhing father ICS (Insan Cendekia Serpong.red) beliau sangat jarang sekali datang hanya sesekali ya memang begitulah beliau sangat sibuk dengan dirinya berfikir mencetak SDM yang unggul dalam teknologi namun berhati mekah. Masih kata Sahini, itu yang saya tangkap dari konsep membangun sekolah ini”.

“Disekolah ini memang tak ada ruangan atau benda yang disukai Bapak, itu tadi sebab bapak hanya sepintas saja datang lalu pergi lagi,” urainya.

Kenang Fani, pernah suatu kali, securiti menghubunginya memberitahu bahwa ada tamu datang memakai motor gede (Moge). 

“Karena  bapak juga suka motor gede tapi lagi-lagi bapak hanya muterin sekolah lalu pergi. Ya aku bilang sama securiti itu Pak Habibie, lantas jawab securiti lagi, Bapak sudah pergi lagi bu”. kenangnya atas kepribadian Prof.Habibie yang sangat super sibuk dan kebetulan saat itu masih menjabat Menristek.

Lanjut Fani, yang sangat terkesan dari bapak Habibie adalah kata-katanya yang pendek, saat beliau menyampaikannya di hadapan guru-guru dan seluruh pengelola sekolah .

“Bapak pernah bilang kita harus memiliki cinta tanpa batas., Maaf mas saya sempat menangis saat tadi ta’ziah kerumah bapak, sebelum ke pemakaman, ya! Kata cinta tanpa batas itu yang jadi saya terharu,” papar Feni seraya menitikan air mata mengenang Prof. Habibie 

Kenang Feni,  sebagai seorang cendikiawan Pak Habibie punya mimpi suatu saat akan ada pemimpin di Indonesia seorang ahli teknokrat namun dapat berdakwah dan menjadi imam sholat, tidak dikotomikan agama dan pengetahuan. 

“Bapak menginginkan untuk menyatukan antara Iptek dan Imtaq hingga lahirlah Insan Cendikia, di sekolah ini kami mengembangkan ilmu pengetahuan agama dan iptek secara bersamaan,” kata Feni. 

“Nama Insan Cendekia sendiri itu dari ibu Ainun, bersama bapak keduanya menanam pohon paris yang masih ada di depan masjid sekolah ini,” katanya lagi.

Sekolah Insan Cendikia Juga akan memberikan satu ruangan khusus yang di beri nama ruangan Prof. BJ Habibie untuk mengenang jasa jasanya.

“Insha Allah akan ada satu ruangan yang diberi nama bapak (Prof.Habibie) saat ini masih proses dan kalimat cinta tanpa batas dari bapak selalu kami jadikan pesan bagi murid-murid untuk bersikap, berbuat, dan belajar di sini,” pungkas Feni. (h3n) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

MPLS SMP Negeri 6 Tangerang

SMP Negeri 6 Pasarkemis sukses gelar MPLS TA 2019-2020

Kabupaten Tangerang, SUARA TANGERANG –  Sekolah Menegah Pertama (SMP) Negeri 6 Pasarkemis, Jalan Raya Cadas ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com