Budi Euy

Budi Euy hibur ratusan anak di Rusunawa Jatiuwung

Jatiuwung, SUARA TANGERANG – Ratusan anak  di Kelurahan Manis Jaya, Kecamata Jatiuwung, Kota Tangerang, yang tinggal di rumah susun sewa (Rusunawa) dihibur dengan pertunjukan dongeng oleh pendongeng keliling Budi Euy.

Pertunjukan ini digagas mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT)  di Aula Kelurahan Manis Jaya, Sabtu (10/2) sekitar pukul 15.00 WIB. Mahasiswa UMT dari berbagai jurusan dan fakultas itu sedang Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah tersebut selama satu bulan.

Dari pantauan di lokasi pertunjukan dongeng, ratusan anak yang tinggal di Rusunawa itu sudah berkumpul sejak pukul 14.00 WIB. Beberapa orang di antara mereka saling bertanya kapan pendongengnya datang. Mereka tampak antusias ingin menyaksikan pertunjukan dongeng dari Budi Euy.

Ketika Budi Euy masuk ke dalam Aula, anak-anak itu sudah siap. Mereka duduk rapi dan bersila membentuk huruf  “U”. Mereka juga menyambut kedatanagn Budi Euy dengan riuh. Mereka tersenyum dengan  wajah yang ceria.

Budi Euy membawakan dongeng berjudul “Raja Si Buruk Rupa”. Dalam dongeng itu, dikisahkan seorang raja sering beruat zolim kepada rakyatnya sendiri. Akibatnya, raja dikutuk menjadi serigala oleh makhluk berjubah putih.

Tak hanya itu, raja juga diasingkan ke gunung dan diwajibkan bertapa selama 25 tahun di dalam gua serta menanam benih pohon nangka. Wujud Raja akan berubah kembali menjadi manusia  jika pohon nangka itu sudah tumbuh besar dan sudah berbuah.

Budi Euy membawakan dongeng itu dengan penuh ekspresif, enerjik, dan full power.  Pada saat mendongeng pun, Budi Euy menyisipkan nyanyian dan berbagai kata-kata atau kalimat-kalimat  yang mengandung humor, sehingga anak-anak tersenyum dan tertawa lepas . Mereka betul-betul terhibur.

Usai pertunjukan dongeng, Ketua KKN Mahasiswa Muara Wisnu  mengatakan sengaja mendatangkan pendongeng  ke lokasi KKN. Tujuannya untuk menghibur dan membangun budaya literasi  di kalangan anak-anak rusunawa.

“Di negeri ini,  budaya dongeng sekarang sudah jarang  seiring dengan perkembangan zaman yang ‘menghamba’ pada teknologi. Padahal dongeng itu kaya dengan pesan-pesan moral. Mahasiswa punya kewajiban untuk menghidupkan kembali dongeng itu,” ucap mahasiswa jurusan Teknik Informastika ini.

Ahmad Figa Adiansyah, salah satu mahasiswa KKN, menambahkan anak-anak rusunawa sudah jarang mendengarkan dongeng.  Tentu saja banyak faktor. Salah satunya bisa jadi jumlah pendongengnya  juga langka.

“Kami mendatangkan pendongeng untuk menghibur anak-anak rusunawa, sekaligus memberikan pelajaran tanpa harus menggurui mereka,” ungkap mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia ini. (H3n/T’6or/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Musrenbang Cimone Jaya

Musrenbang Cimone Jaya, Wawan Anwar ajak masyarakat jaga dan rawat hasil pembangunan

Kota Tangerang, SUARA TANGERANG – Anggota DPRD Kota Tangerang Wawan Anwar, yang juga Ketua Fraksi ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com