Bupati Tangerang terkesan korbankan siswa

Tangerang, SUARA TANGERANG – Hari ini, Rabu, 22 November 2017, puluhan ribu siswa “dirumahkan”. Mereka gagal mendapatkan ilmu baru yang padahal adalah haknya.

“Ribuan Guru SD, SMP, dan SLTA ‘terpaksa’ harus kumpul di Puspemkab Tangerang untuk sekedar jalan santai dalam rangka memeringati HUT Korpri, PGRI dan Kesehatan. Padahal tugas utama mereka adalah mengajar dan mendidik anak didiknya,” kata Subandi  yang saat ini menjabat sebagai ketua alumni Sekolah Demokrasi.

Menurutnya, Bupati Tangerang harus bertanggungjawab atas hak siswa yang hari ini yang jam belajarnya . Ini bukan persoalan sederhana, meliburkan atau apa namanya tidak boleh semaunya. Ada aturan baku perihal itu.

Masih menurut pria yang aktif di Visi Nusantara, bahwa beberapa tahun terkahir ini,  Pemerintah Tangerang kerap mengorbankan siswa utuk sekedar ceremonial belaka. Padahal apa salahnya kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Minggu. Tentunya tidak ada yang menjadi korban, atau paling tidak dapat meminimalisir.

“Dewan Pendidikan harus peka, tidak boleh ada hal memalukan seperti ini. Kedepan harus dipastikan ‘libur jalanan’ tidak terulang,” jelasnya kepada suaratangerang.com.

Subandi mengatakan, Tangerang gemilang harus dimulai dari dunia pendidikan. Kalau saja pemimpinnya tidak memiliki sense of belonging terhadap dunia pendidikan maka apa yang didengungkan soal gemilang adalah bualan semata. Bupati harus memanggil pihak terkait, mengapa hari ini siswa tidak mendapatkan haknya.

“Bagi sekolah yang hari ini tetap melaksanakan proses belajar-mengajar adalah contoh bahwa mereka peduli dan mengerti pentingnya pendidikan. Dan ini adalah komitmen bagi janji dan visi yang mereka utarakan,” terangnya.

Hal senada disampaikan Agus F. Hidayat, menurut pria yang pernah aktif di Eduacation Care ini mengatakan bahwa, hal semacam ini sudah sering terjadi berulang-ulang. Sepertinya guru lupa akan tugas fokonya.

“Proses tansfer of knowladge dan transfer of value mestinya tidak boleh dikorbankan hanya karena kegiatan jalan santai atau kegiatan peringatan lainnya. Kalau gurunya saja lalai, jangan salahkan generasinya yang kelak mengikuti jejak pendahulunya sebagai generasi ‘nyantai’ dan kurang bertanggung jawab,” sambung pria yang kerap melakukan pendampingan ini. (1st/sbn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Siswa Lomba Dongeng

Dua siswa SDN 03 Pondok Ranji wakili Provinsi Banten di ajang Apresiasi Sastra Siswa Sekolah Dasar 2017

Ciputat Timur, SUARA TANGERANG – Dua siswa kelas 6 SDN 03 Pondok Ranji Kota Tangerang ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com