Opini

Perluasan Ancol dan Reklamasi. Adakah Bedanya?

SUARA TANGERANG – Kok ada reklamasi baru? Bukannya Anies menentang reklamasi? Bahkan menghentikan reklamasi jadi salah satu janji politiknya? Mengapa sekarang justru keluarin Pergub untuk reklamasi? Publik pun ramai. Tidak saja mempertanyakan, bahkan siap gelar demo. Anies dianggap gak konsisten. Pada tahun 2009, ada keputusan untuk mengeruk 5 waduk dan 13 sungai di Jakarta. Kenapa dikeruk? Untuk mengurangi banjir di Jakarta. Sudah 11 tahun berjalan. Kemana tanah itu dibuang? Ke pantai utara Jakarta. Tepatnya di wilayah Ancol Timur dan Ancol Barat. Menempel langsung dengan area yang dikelola Taman Impian Jaya Ancol. Saat ini, kurang lebih ada 20 hektare “Tanah Timbul” ...

Read More »

Dari New Normal ke New Indonesia

SUARA TANGERANG – Pandemi covid-19 belum berakhir. Sampai kapan? Semua prediksi meleset. Semua survei belum ada yang tepat. Sementara, rakyat tak tahan lagi di rumah. Tabungan habis. Next, mau makan apa? Berbondong-bondong mereka keluar rumah. Jalankan aktivitas kembali. Kerja dan cari penghidupan. Di luar rumah, situasinya sudah mulai normal. Tapi, kali ini dengan protokol covid-19. Pakai masker dan sebagian masih mau cuci tangan. Tapi, physical and social distancing tak berlaku lagi. Kerumunan, bahkan joget dangdut bersama sudah dimulai. Gak peduli yang terinveksi perharinya nambah kisaran 1500 orang. Cuek! Inilah New Normal. Hidup dipaksa untuk normal lagi. Mau tak mau. Faktor ...

Read More »

Virus Corona China dan Presiden yang Gagap

SUARA TANGERANG – Komite Etik (KE) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pertama kali (2013) mengundang seorang psikolog untuk mengikuti proses pemeriksaan salah seorang komisioner yang diduga melanggar Kode Etik. Tugasnya hanya memerhatikan bahasa tubuh terperiksa ketika diperiksa KE. Keterangan psikolog ini merupakan salah satu masukan bagi KE dalam memutuskan, apakah terperiksa bersalah atau tidak. Memerhatikan pidato presiden yang memarahi bawahannya, terkenang kembali proses pemeriksaan KE KPK, tujuh tahun lepas. Keterangan psikolog waktu itu yang masih diingat, seseorang bersalah atau tidak, jujur maupun dusta dapat diketahui dari bahasa tubuh. Ia meliputi ekspresi wajah, gerakan mata dan bibir, gestur, posisi tangan dan kaki, serta ...

Read More »

Jokowi marah, demo RUU HIP gak goyah

SUARA TANGERANG – Tanggal 18 Juni 2020 Jokowi kumpulkan para menterinya. Marah-marah. Jokowi kecewa terhadap kinerja para menterinya. “Saya jengkelnya disitu. Kenapa gak punya perasaan… “, kata Jokowi. Tanggal 28 Juni 2020, video kemarahan Jokowi dipublish. Gimana respon publik? Pro-kontra itu pasti. Sebagian menganggap itu acting. Sebuah pencitraan. Sah-sah saja, namanya juga pendapat. Gak ada yang melarang. Apalagi Jokowi selama ini dikenal sebagai presiden yang pandai dan sukses memainkan pencitraan. Tak sedikit yang berpendapat bahwa sikap Jokowi kali ini benar-benar memenuhi unsur kemarahan. Pertama, lihat ekspresi wajahnya. Tegang! Tak seperti biasanya. Kedua, gestur tubuhnya, seperti mau gebrak meja. Ketiga, pilihan ...

Read More »

Umat fokus pada isu RUU HIP

Tolak RUU HIP Tolak Komunisme

SUARA TANGERANG – Sejak keluar Maklumat MUI, banyak isu muncul. Dari isu ringan, sampai isu berat. Macam-macam dan banyak jumlahnya. Tapi, nampaknya umat lebih tertarik pada isu RUU HIP. Kenapa? Pertama, umat sadar bahwa untuk sukses memperjuangkan sesuatu perlu fokus. Kalau gak fokus, bisa ambyar. Kedua, RUU HIP diyakini sebagai anugerah. Hadir untuk menyatukan umat. Dengan RUU HIP, umat jadi solid. Ketiga, umat sudah paham -dan tak mau lagi dijebak dengan adanya- pengalihan isu. Itu lagu lama, kata mereka. Karena itu, umat tak bergeser dari isu RUU HIP. Meski media Online dan TV mengangkat isu lain terus menerus untuk menutupi ...

Read More »

PDIP, maju kena mundur kena

SUARA TANGERANG – Saat ini, memang tak mudah posisi yang dialami PDIP. Saat usulkan RUU HIP, hampir semua fraksi dukung. Setelah Maklumat MUI menolak RUU HIP, fraksi-fraksi itu balik badan. Meninggalkan PDIP sendirian. Tak hanya sampai disitu. Karena dianggap menjadi inisiator RUU HIP, oleh banyak pihak PDIP dikecam telah berupaya mengusung komunisme. Terutama ketika TAPS MPRS No 25 Tahun 1966 ditolak mentah-mentah untuk menjadi konsiderannya. Justru yang muncul adalah Trisila dan Ekasila mirip visi dan misi PDIP. PDIP coba menjelaskan, tapi tak didengar. Ratusan kader PDIP turun jalan dan teriak: kami PDIP, kami bukan PKI. Tak ngaruh juga. Sejumlah langkah ...

Read More »

Tanjung Priok berdarah, akibat penyimpangan Pancasila

Abdullah Hehamahua

SUARA TANGERANG –  Empat ratusan mayat bergelimpangan di daerah Tanjung Priok, September 1984. Darah berceceran di mana-mana. Beberapa truk militer mengangkut mayat-mayat tersebut. Tragisnya, jenazah-jenazah tersebut dibuang ke dalam truk, tak ubahnya petugas melemparkan kantong sampah ke dalam mobil pengangkut sampah. Bahkan, mereka yang masih hidup pun disatukan dengan mayat. Tak berapa lama kemudian, datang mobil pemadam kebakaran, membersihkan darah yang berceceran di lokasi kejadian. Proses menghilangkan jejak. Di kamar mayat, ada yang berteriak, minta tolong. Isteri sepupuh saya (suster di RSPD) menceritakan bahwa, di antara tumpukan mayat tersebut, ada yang masih hidup. Penyebab peristiwa berdarah ini adalah, karena Soeharto ...

Read More »

Blunder PDIP, Indonesia dikepung demonstransi

SUARA TANGERANG – RUU HIP dicurigai oleh umat Islam sebagai bentuk upaya menghadirkan kembali komunisme. Apa dasarnya? Pertama, mendorong Pancasila ke Trisila, lalu diperas jadi Ekasila. Kedua, secara sengaja menyingkirkan TAP MPRS No 25 Tahun 1966 dari RUU HIP. Umat Islam, baik melalui Maklumat MUI, Ormas dan hampir semua elemen umat Islam, tidak saja menuntut pembatalan, tapi juga meminta aparat berwajib untuk mengusut tuntas para oknum dibalik RUU HIP tersebut. Bantahan berbagai pihak, khususnya dari kader PDIP terkait adanya unsur komunisme di dalam RUU HIP tersebut tak merubah stigma yang sudah terlanjur tertanam di otak umat. Di tengah gelombang protes ...

Read More »

PDIP diserang, PDIP melawan

SUARA TANGERANG – Kalau di masa Orda Lama ada Tritura, era Jokowi ada “Tiga Tuntutan Umat. Boleh disingkat “Trituma”. Pertama, batalkan RUU HIP. Kedua, usut para oknum dibalik RUU HIP. Dua tuntutan ini dimaklumatkan oleh MUI. Ketiga, tinjau kembali UU dan RUU yang dianggap telah merugikan rakyat. Apa itu? Diantaranya UU KPK, UU Minerba, UU Corona, RUU Omnibus Law, dan undang-undang lainnya. Maklumat MUI Pusat, selain didukung oleh semua pengurus MUI di seluruh Indonesia, juga dikawal oleh hampir semua ormas dan elemen Umat Islam. NU, dan Muhammadiyah berada di garda terdepan. Pernyataan KH. Said Aqil Siroj, KH. Mashudi dan Hilmy Faeshal ...

Read More »

Umat Islam buru oknum di balik RUU HIP

SUARA TANGERANG – Ada delapan maklumat MUI. Salah satunya meminta pihak berwajib mengusut para oknum yang berada di balik RUU HIP. Siapa yang dituduh” para oknum” di balik RUU HIP itu? MUI harus bertanggung jawab untuk menjelaskan kriteria siapa yang dianggap oknum itu. Jangan sampai aparat dan rakyat salah sasaran. Ini penting! Kita coba tracking di parlemen. Pertama, dari fraksi mana yang mengusulkan RUU HIP pertama kali? Kedua, fraksi mana yang ngotot menolak TAP MPRS No 25 Tahun 1966 dan mengusulkan Trisula, lalu Ekasila yang menggiring ke makna gotong royong? Ketiga, siapa aktor penyusun draft RUU HIP? Bagi MUI, dan ...

Read More »

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com