Desa Membangun Indonesia

Desa membangun Indonesia

SUARA TANGERANG – Desa adalah modal kekayaan dan karakter bangsa ini, yang memiliki kewenangan signifikan dalam membangun Indonesia. Dari sinilah digulirkan dana desa untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Melalui program dana desa pendamping desa diharapkan mampu mengantarkan desa menuju desa yang bermartabat berinovasi membangun desa sekaligus membangun Indonesia.

Sheikhu Ahmad

Sheikhu Ahmad

Sebenarnya apa yang digulirkan pemerintah saat ini dan apa yang dikucurkan untuk membangun desa melalui program dana desa telah memantik api semangat masyarakat utuk membangun desanya. Namun, hal itu malah menjadi ancaman yang menakutkan bagi kalangan yang mempunyai kepentingan politis. Apa pasalnya, karena melalui program dana desa inilah berbagai kalangan masyarakat ikut membangun berpartisipasi menilai dan mengawasi hasil kegiatan dana desa tersebut. Di era yang penuh keterbukaan ini para kepala desa dituntut bersikap terbuka, inovatif, komunikatif dan merata dalam membangun desa sesuai kebutuhan masyarakat dan potensi desanya.

Hal yang menjadikan ancaman dan menakutkan itu karena kejadiannya disebabkan kultur kepimpinan di daerah khususnya desa, masih melakukan gaya kepemimpinan pola lama, seperti gaya pemimpin borjuisme, feodalisme, ABS “Asal Bapak Senang”, tertutup dan sebagainya. Sehingga ketika pemerintah pusat menggulirkan dana desa hampir seluruh kepala desa mengalami kepanikan dalam mengelola dana desa. Entah panik dalam ketidakpahaman masyarakat desa dalam mengelola dana desa atau panik karena dalam kepentingan politik lainnya.  Pasalnya dengan dana yang mencapai satu milyar lebih KPK pun akan lebih giat lagi mengawasi pemberantasan korupsi di desa, belakangan ini juga telah dibentuk Satgas Desa (satuan pengawas desa) dan MoU dengan polisi pun telah ditandatangani, tidak ketinggalan pula berikut LSM dan awak media dan masyarakat umum lainnya yang turut andil dalam mengawasi hasil kegiatan dana desa.

Berbeda dengan para kepala desa yang mempunyai pola kepemimpinan yang progresif dan demokratis dalam membangun desa yang benar benar untuk masyarakat, hal seperti yang dikatakan dianggap ancaman di atas adalah justru sesuatu yang menggembirakan dalam upaya berlomba-lomba membentuk masyarakat yang mandiri, cerdas dan progresif. Di sinilah terlihat kualitas para pemimpin desa dalam menyikapi dan menggulirkan dana desa untuk kepentingan masyarakatnya.

Terlepas dari pola kepimpinan kepala desa dalam mengelola dana desanya, pembangunan baik pemerintahan, pemberdayaan, pembinaan dan terutama dalam pembangunan infrastruktur telah mengalami kemajuan pesat dan terus meningkat bersamaan bergulirnya dana desa sejak tahun 2015 lalu hingga tahun 2017 ini. Walaupun memang masih ditemukan juga permasalahan-permasalahan baik dengan persoalan yang bersifat teknis dan administratif  maupun dengan hal ranah hukum. Namun itu tidak menyurutkan semangat masyarakat dalam membangun desa.

Dengan pendampingan dana desa oleh para pendamping desa yang tersebar di kecamatan maupun di desa, hal hal yang disebutkan tadi setidaknya mampu diatasi perlahan-lahan namun pasti dan mampu memperkecil potensi hal-hal yang tidak diinginkan yang akan menimbulkan  penyimpangan dalam penggunaan dana desa itu. Dengan semangat desa membangun Indonesia dan segenap dinamika persoalan yang dialami oleh para pendamping profesional akan terus melakukan pendampingan, memfasilitasi, menuntun desa ke arah pembangunan yang lebih baik, tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Tinggal sisanya adalah bagaimana menggali potensi desa dan membangun sumber daya manusia di desa agar berbanding lurus dengan dana yang dikucurkan untuk membangun desa, sehingga apabila potensi desa dan inovasi desa itu berhasil dibangun, maka desa berdaya dan mandiri bukan hisapan jempol belaka, karena dengan potensi desa dan sumber daya manusia yang mampu bersaing akan mampu membangun Indonesia yang berkarakter di tengah-tengah perkembangan zaman yang sengit. Di sinilah akan terlihat hasilnya bagaimana setahap demi setahap bahwa desa adalah yang sebenarnya membangun Indonesia.

Ditulis oleh: Sheikhu Ahmad. Penulis adalah Pendamping Desa Kec. Kronjo Kab. Tangerang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Al Qur'an

Al Qur’an memecah kesunyian Nabi Muhammad

SETELAH Al Qur’an turun pada malam Senin 17 Ramadhan tahun 41 dari kelahiran Nabi, di ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com