BREAKING NEWS
KPAI Buku Konten LGBT

KPAI : Penulis buku berisi konten LGBT minta maaf

Jakarta, SUARA TANGERANG –  Penulis buku “Balita Langsung Lancar Membaca” yang berisi konten LGBT, Intan Noviana akhirnya mendatangi KPAI, di Jalan Teuku Umar No. 10-12, Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu siang (3/1).

Kedatangan Intan ke KPAI atas keinginan sendiri setelah berkoordinasi dengan penerbit Pustaka Widyatama dan membaca berita di berbagai media yang katanya akan dipanggil KPAI.

Dalam pertemuan yang berlangsung singkat itu, Intan Noviana telah mengakui bahwa buku “Balita Langsung Lancar Membaca” yang berisi konten LGBT adalah tulisannya bersama Purnama Andri. Namun, terkait penulisan semuanya menjadi tanggungjwabnya sendiri.

Pada pertemuan itu, KPAI juga menanyakan motif yang mendorong Intan memilih kata “OPA suka Waria; Widia bisa menikahi Vivi dan lain-lain. Dari mana ide itu?

“Widia itu dibenak saya Widyatmoko tetapi karna belum sampai ke moko jadi disingkat, dibenak saya tidak berpikir untuk pernikahan sejenis.Opa bisa jadi waria, sering banyak konflik dengan waria. Misalnya waria di Jogja sangat serig mengganggu karena meminta secara maksa. Dari situ saya megambil kata waria itu. Diperkenalkan kata waria, agar anak memahami arti kata waria. Tetapi mungkin ini jadi pembelajaran bagi saya dan saya meminta maaf.” ujar Intan, di Kantor KPAI, Jakarta, Rabu (3/1).

Lanjutnya, “Tidak ada motif apapun. Saya memikirkan agar tidak ada kata yang sama, karena saya juga sedang banyak menulis dan banyak buku dan kehabisan kata. Tidak sengaja dan tidak bermaksud apapun”.

Namun. KPAI terus mengejar dengan pertanyaan, mengapa harus Waria? Apkah tidak ada kata lain. “ KPAI juga mempertanyakan rasanya jauh sekali Widyatmoko dengan Widia. Jadi wajar saja orangtua terganggu sekali dengan pilihan kata-kata tersebut. Saudari Intan kemudian meminta maaf atas kekeliruan memilih kata-kata tersebut,” ungkap Komisioner KPAI, Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, Rabu (3/1).

Retno pun menyampaikan,  kalau  Intan Noviana juga membawa buku-bukunya  yang lain, yang semuanya tentang belajar membaca bagi balita, yaitu, Revolusi Belajar Membaca “Belajar Membaca Tanpa Mengeja” buku 1 (2011) dan buku 2 (2010, cetakan ketiga), semuanya diterbitkan oleh Pustaka Widyatama, padahal sebelumnya pihak penerbit menyatakan hanya menerbitkan satu buku yang ditulis Intan, yaitu “Balita Langsung Lancar membaca” yang heboh karena memuat konten LGBT.  Bahkan disertai CD pembelajarannya,

“Intan Novita juga menunjukkan buku “Langsung Bisa Belajar Membaca Tanpa Mengeja” yang diterbitkan oleh penerbit Cabe Rawit,” tutur Retno.

Komisioner KPAI ini kemudian menjelaskan bahwa, saudari Intan Noviana  mengaku sangat terkejut dengan berita ini, screenshoot yang beredar seperti pada tahun 2011. Buku berdiri satu-satu, yang pertama memang berseri yang dicetak oleh penerbit Pustaka Widyatama. “Ia pun mengaku mengundurkan diri dari PNS untuk metode ini,” jelas Retno.

“Intan pun menyampaikan, kalau buku tersebut menjadi  tanggung jawabnya, biarpun di sana ada dua penulis. Purnama Andri adalah EO yang membantu dirinya memasarkan ke daerah-daerah untuk guru-guru agar metode ini tersampaikan keseluruh daerah,” kata Retno mengutip penjelasan penulis buku yang sempat viral di sosial media itu.

“Intan juga menyampaikan bahwa ia sudah menulis sembilan buku,Namun, 4 tahun terakhir tidak menulis, tetapi sedang meneliti untuk bahan menulis. Saudara Intan juga menunjukkan kartu permaianan membaca yang dalihnya menjadi bukti bahwa dirinya tidak mengkampanyekan LGBT, yaitu membuat kartu permainan membaca  membuat sesuai dengan gender,” jelas Retno.  (1st/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Jokowi JK

Presiden : Pentingnya dana abadi pendidikan untuk investasi jangka panjang penerus bangsa

Jakarta, SUARA TANGERANG – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumpulkan seluruh jajarannya untuk berbicara soal Pagu ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com