BREAKING NEWS
Pilwalkot Tangerang 2018

Pilkada 2018, Pengamat : Calon tunggal bentuk kegagalan parpol lakukan kaderisasi kepemimpinan

Kota Tangerang, SUARA TANGERANG –  Berdasarkan data KPU, ada 171 daerah yang teridir dari 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten akan menyelenggarakan Pilkada serentak 2018.

Menariknya 18 daerah di antaranya, dipastikan akan diikuti oleh 18 pasang calon tunggal. Termasuk kota Tangerang dan saudara tuanya kabupaten Tangerang.

Fenomena calon tunggal di Pilkada serentak 2018 ini menjadi keprihatinan banyak pihak. Salah satunya oleh pengamat politik A Fahrudin.

Menurut Fahrudin,  banyaknya calon tunggal dalam Pilkada kali ini terjadi karena beberapa aspek, di antaranya, pertama, kegagalan parpol lokal dalam melakukan kaderisasi kepemimpinan. Kedua, terlalu kuatnya elektabilitas petahana. Ketiga, Bakal kandidat makin rasional dan realistis kerena tidak ingin buang uang dan energy namun hasilnya percuma. Keempat, kegagalan pembangunan SDM di level lokal.

Kelima, regulasi tentang persyaratan menjadi kandidat dalam Pilkada terlalu rigid dan berat, dan keenam, munculnya kejenuhan, reaksi dan krisis kepercayaan dari sebagian masyakarat lokal terhadap model kontestasi politik sekarang ini.

Lanjut Fahrudin, di sisi lainnya, banyak partai mengklaim memiliki platform dan berbasis ideologis. Tetapi untuk urusan penetapan kandidat Cagub, Cabup atau Cawalkot, umumnya berpatokan pada pertimbangan elektabilitas, dan pragmatisme politik.

“Alasan elektabilitas dan pragamatisme politik inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa tidak ada calon lain selain petahana yang pada akhirnya menjadi calon tunggal dan akan bertahun dengan kotak kosong pada Pilkada 27 Juni 2018 nanti,” kata Fahrudin.

Sementara, Abdillah salah seorang warga kota menilai kalau kota seribu industri, yang secara sosiologis SDM-nya memiliki banyak kemampuannya di atas petahana baik dari financial, pintar  seperti guru besar dan pengusaha yang peduli terhadap wilayah, tapi tidak mau terjun ke politik, adalah hal yang sulit untuk dipercaya.

“Dengan potensi tersebut, seharusnya tidak ada calon tunggal di Tangerang,” kata Abdillah, Kamis (11/1). [1st]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

MI Cak Imin

Monitor Indonesia: Cak Imin tinggi pemberitaan rendah elektabilitas, kenapa?

Jakarta, SUARA TANGERANG – Lembaga Monitor Indonesia baru saja merilis hasil riset media cetak selama ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com