SDN Kedaung

Siswa SDN Kedaung Tangsel, Rheisa: Ingin melanjutkan pendidikan, orang tua tak mampu

Pamulang, SUARA TANGSEL –  Seorang siswa SDN Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel) lewat akun sosial media Facebook, Rheisa Nawa Suryono menyampaikan keluhannya di wall grup “Mari Menta Tangsel Bersama Hj Airin Rachmi Diany, SH MH” tentang keinginannya melanjutkan pendidikan dan ingin sukses, bisa membangun Tangsel dan negara ini.

Sy ini murid SDN KEDAUNG, sy dan teman teman juga ingin melanjutkan pendidikan walau tak mampu, kalau memang kami tidak berhak dpt kartu pintar, bpjs tak mampu atau bantuan dr kantor wilayah tangsel yg ada SDMnya tuk bantu kami melanjutkan pendidikan. Krn kami tak mampu, kami juga ingin sukses bisa membangun tangsel dan negara ini..”, tulisnya Minggu (30/4).

Sebelumnya, pada hari yang sama, Rheisa Nawa Suryono juga menyampaikan kondisi keluarganya yang hanya tinggal di tempat kontrakan bersamah ibunya di wilayah Kedaung Pamulang, yang meski sudah bertahun-tahun tinggal di sana, tapi tidak pernah mendapatkan bantuan berpusa BLT, Kartu Pintar atau BPJS bagi keluarga yang tak mampu.

Sy tinggal di wilayah kedaung, ngontrak berdua dng ibuku dan ibu sudah punya ktp dank k tangsel. Krn ibu ku sejak kecil tinggal di wilayah tangsel, kami orang tak mampu, yg ingi sy tanyakan knp orang yg ngotrak sudah berahun tahun tinggal di wilayah tangsel, kedaung gak prnah dpt dana BLT ataupun kartu pintar atau bpjs tak mampu..hanya orang pribumi aja yang dpat. Pdhl orang yg ngontrak orang orang yg tak mampu,” keluh Rheisa.

Keluhan Reisha ini pun ditanggapi, Caesario Gugun yang mengaku sebagai orang pribumi asli Tangsel, yang mencoba menyampaikan fakta kalau perlakukan terhadap pribumi juga sama, kalau persoalan yang dihadapi Reisha itu bukan karena pribumi atau pendatang tapi lebih kepada sikap dari aparat atau pejabat lingkungan dalam hal ini RT.

Ga gtu jg mba, sy pribumi tangsel asli ibu bapk, tetap ga ada sma sekali, justru dsni bnyk jg pendatang yg baru pnya ktp tangsel bs dpt bantuan2 spt itu, …Pendek kata kata (klo dsni) smua trgantung ketu RT, krn di lah mndftarkn’y..” kata Gugun.

Reisha kemudian membalas komentarnya Gugun, “Ya tp kami gk prnh dpt dana bantuan apa apa baik yg punya ktp atau pun gk punya ktp tangsel..yg slalu didata orang sini nya. Kalo masih seperti itu, ya mungkin dr rt nya. Ya rtnya slalu begitu ..brap kali ganti rt slalu sm gak adil,” balas Reisha.

Gugun kemudian menaggapi, balasan Reisha, “Yaaaahh sdh mndarah daging non, kolusi & nepotism klo kata baha keren’y mah … Hmmmmm#kasusygsama

Keluhan Reisah tersebut merupakan salah satu bagian dari potret kehidupan sebagian anak-anak seusianya, yang ingin melanjutkan sekolah tetapi terbentur dengan masalah pembiayaan.  Dan, potret ini masih menghiasi wajah pendidikan anak-anak Indonesia saat ini, apalagi bila dikaitkan dengan tema peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2017, yang mengusung tema “Pendidikan yang Merata dan Berkualitas”. (Ibnu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Ini argumen DPR mengapa Kemendikbud harus subsidi PJJ

Jakarta, SUARA TANGERANG  – Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda menyarankan Menteri Pendidikan dan ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com