Cemerlang Digital Foto Studio

Liu Sin Kong minta pengguna merek ‘Cemerlang’ tanpa izin untuk taati aturan hukum

Depok, SUARA TANGERANG – Branding atau merek merupakan salah satu kekuatan terbesar  yang sangat penting dalam melejitkan sebuah aktivitas bisnis. Branding atau merek dapat juga menciptakan image, awareness dan loyalitas konsumen untuk jangka panjang bagi perusahaan.  Hal inilah yang dialami salah satu pemegang merek jasa fotografi, digital foto studio ‘Cemerlang’, Liu Sin Kong di Depok, Jawa Barat.

Merek ‘Cemerlang’ digital foto studio yang digunakan Liu dalam kegiatan bisnisnya ini telah melejitkan usaha yang ia rintis sejak tahun 1986. Namun, sayangnya ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang secara sengaja atau tidak, telah menggunakan merek dagang Liu untuk kepentingan bisnis dibidang yang sama, yaitu ‘Cemerlang’ digital foto studio, dan ini tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Surat Liu

Surat peringatan Liu Sin Kong kepada pengguna merek tanpa izin

Merek dagang ‘Cemerlang’ digital foto studio tersebut telah didaftarkan Liu sejak Maret 2012, dengan mengantongi sertifikat merek Nomor: IDM00035636 di Direktorat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkuham RI).

Atas penggunaan merek tanpa izin tersebut, Liu merasa dirugikan, karena image, awareness dan loyalitas konsumen terhadap usahanya lambat laun akan berkurang,  karena secara kualitas dari fakat yang ditemukan, hasil karya digital foto studio merek duplikasi itu jelas jauh berbeda dengan hasil karya digital foto studio yang dikelola Liu.

“Kami Cemerlang digital foto studio merasa dirugikan, hal ini karena banyaknya usaha fotografi  dengan menggunakan nama “Cemerlang” yang ada di beberapa wialayah di Indonesia sudah melanggar ketentuan dan aturan yang berlaku,” kata Liu.

Lanjutnya, dengan terdaftarnya kami dan diberikannya hak ekslusif atas merek “Cemerlang” , maka berdasarkan Undang-Undang  Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, kami selaku pemegang merek yang sah berhak melarang pihak lain untuk menggunakan merek “Cemerlang” tanpa adanya persetujuan dari kami.

“Semua sudah jelas, apa yang tertuang dalam UU Hak Kekayaan Intelektual No 31 tahun 2000, bahwa yang dengan sengaja tanpa hak telah menggunakan merek usaha dan juga telah menciptakan kebingungan hingga terkecohnya masyarakat dan konsumen mengenai asal usulnya maka penggunaan nama tersebut merupakan pelanggaran hak atas disign industri atau usaha dan dapat dituntut secara pidana dan perdata”, terangnya.

Liu juga menjelaskan, “Pelanggaran hak atas merek dapat dihukum pidana penjara selama 4 (empat) tahun dan denda paling banyak sebesar 2 (dua) milyar rupiah, dan dapat digugat ganti rugi sesuai dengan Pasal 83 UU Nomor 20 tahun 2012 tentang Merek dan Industri Geografis,” tandasnya.

“Saya berharap dan tak henti-hentinya menghimbau kepada seluruh pihak yang menggunakan merek “Cemerlang” secara melawan hukum yang sama atau mirip dengan merek kami yang telah terdaftar agar segera dan tidak lagi memakai merek tersebut terhitung sejak tanggal 4 Mei 2017,  yang himbauan atau informasinya telah kami sampaikan lewat media  massa atau lansung melalui surat, hal ini untuk menghindari tuntutan hukum lebih lanjut, ” pungkas Liu.

Untuk diketahui, saat ini sudah ada 15 duplikasi merek ‘Cemerlang’ gital foto studio yang telah merubah atau mengganti merek dagang tersebut dengan merek lain. (H3n)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

APBN sebagai pemantik pertumbuhan ekonomi

Jakarta, SUARA TANGERANG – Rilis data Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) Kuartal II di berbagai negara ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com