Reskrim Polres Tangsel

Reskrim Polres Tangsel ungkap 7 kasus pelecehan seksual terhadap anak

Serpong, SUARA TANGERANG – Sejak bulan Maret hingga April, Polres Tangerang Selatan (Tangsel) telah menerima 7 kali pengaduan pelecehan seksual terhadap anak. Ketujuh kasus ini tidak ada keterkaitan satu sama lain.

Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP A Alexander, SH SIK MM MSi mengatakan para korban rata-rata berusia 6 hingga 17 tahun, dan kasus itu semua terjadi beberapa kecamatan, di wilayah Tangerang Selatan.

“Kasus yang berhasil diungkap antara lain terjadi di kecamatan Pondok Aren, kecamatan Ciputat, kecamatan Serpong dan kecamatan Curug ,” kata AKP A Alexander saat menggelar konferensi pers di Lantai 2 Gedung Mapolres Tangsel di Jalan Promoter BSD, Tangerang Selatan, Sabtu (13/5).

Lebih lanjut A Alexander menyampaikan, dari kasus-kasus tersebut, Reskrim Polres Tangsel telah mengamankan tersangka IS (23) kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur, dengan korban 2 orang anak laki laki yang juga bersetatus sebagai kakak beradik, yaitu IMNR (7) dan MLHR (6) pencabulan dilakukan saat korban usai mandi pada pagi hari di wilayah Pondok Aren, pada April 2017.

Kasus berikutnya adalah, persetubuhan terhadap anak di bawah umur, yang dilakukan oleh seorang mahasiswa berisial MA (22), korbannya adalah DAS (16), terjadi pada Oktober 2016, yang dilakukan dalam sebuah hotel yang berada di wilayah Ciputat.

“Pelaku melakukan perbuatan pecabulan di Hotel “C”, dengan cara melalui pintu belakang hotel, saat ini kami juga telah melakukan penyelidikan lebih lanjut atas hotel C tersebut,” ungkapnya.

Kasus pencabulan berikutnya juga terjadi di Ciputat, Reskrim Polres Tangsel juga telah mengamankan tersangka EW (47), yang telah melakukan pencabulan terhadap gadis di bawah umur, dengan 2 orang korban, yaitu KL (6) dan HM (7), pencabulan dilakukan di kontrakanya, terjadi pada 20 Maret 2017.

Tersangka yang kami tangkap dan amankan berikutnya adalah bernama BH ( 35 ) juga dengan kasus pencabulan anak di bawah umur. BH yang berprofesi sebagai tukang ojekpen telah melakukan pencabulan dengan korban wanita di bawah umur berinisial AJ ( 6 ).

“Pelaku BH (35) melakukan perbutannya pada saat menuju Rumah korban di Cukanggalih , sekitar pukul 12.30 Wib pada hari minggu 02/04/2017 , Pelaku memasukan jari ke celana dalam korban AJ (6) saat duduk di depan sebanyak empat kali. sementara Pelapor yang juga ibu korban duduk di blakang pelaku,” paparnya.

Selanjutnya, Reskrim Polres Tangsel juga telah mengamankan tersangka MDI (31) dengan kasus yang sama, yaitu melakukan persetubuhan terhadap anak di bawah umur, dengan satu korban wanita berinisial SH (17) yang masih duduk di kelas 3 SMA, yang dilakukan di rumah kontrakan pelaku yang terletak di wilayah Serpong, terjadi pada Januari 2017.

Akibat perbuatan tersebut,  para pelaku diancam hukuman sebagaimana diatur dalam Pasal 81 dan Pasal 82 UU RI No. 35 tahun 2014 atas Perubahan UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan pidana penjara paling sedikit 5 dan paling lama 15 tahun dan denda paling besar 5 milyar rupiah.

Maraknya kasus pencabulan atau kekerasan seksual terhadap anak di bawah usia ini, “Kami Reskrim Polres Tangsel menghimbau agar masyarakat kota Tangsel untuk terus mengawasi dan menjaga putra-putrinya, agar tidak terjadi hal serupa, termasuk menjaga anak-anak dari pengaruh buruk teknologi informasi yang perkembangannya semakin pesat, yang bisa merusak masa depan anak-anak kita,” pungkas A Alexander. (H3n)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Kapolri pastikan Satgas Madago Raya terus buru kelompok MIT yang tersisa 9 orang

Jakarta, SUARA TANGERANG – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa Satgas Madago Raya TNI-Polri, terus ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com