Rapat Kominda kota Tangsel

Airin minta kondusifitas Tangsel tetap terjaga selama Ramadhan

Serpong, SUARA TANGERANG– Bulan Ramadhan tinggal hitungan hari,  umat muslim akan menjalankan puasa sebulan penuh di bulan ini, karenanya Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan terus berupaya fokus menjaga situasi kota Tangsel agar tetap kondusif, yaitu dengan meminta instansi atau lembaga terkait seperti OPD, Kepolisian, dan TNI untuk mengantisipasi kemungkinan setiap potensi atau gejala yang menjadi pemicu konflik.

Hal tersebut dikemukakan oleh Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany, saat memimpin kegiatan Rapat Koordinasi Forum Komunitas Intelejen Daerah (KOMINDA) Kota Tangsel di RM Telaga Seafood, Rabu (24/5).

Dalam arahannya, Airin meminta kepada seluruh jajaran di lingkup pemerintahan kota Tangsel untuk  sigap dalam mengambil langkah antisipasi terhadap perkembangan situasi maupun kondisi masyarakat Kota Tangsel jelang bulan suci ramadhan. “Saya meminta kepada seluruh jajaran untuk dapat bersama-sama mengatur strategi agar seluruh wilayah kondusif,”pintanya.

Untuk itu, orang nomor satu di Kota Tangsel ini telah menginstruksikan beberapa upaya dalam menciptakan kondusifitas yaitu meminta Kantor Kementerian Agama Kota Tangsel untuk dapat memberikan informasi titik-titik sejumlah mesjid yang cocok bagi masyarakat melaksanakan sholat tarawih agar dapat didistribusikan ke setiap kecamatan, meminta kepada Diperindag agar memantau harga bahan makanan pokok dan mengawasi pasokan kebutuhan bahan makanan agar tetap aman dan tersedia selama bulan puasa, serta meminta kepada Dinas Pariwisata untuk segera mengedarkan dan mensosialisasikan surat edaran bersama Wali Kota dan MUI No. 451.13/1345 – Dispar/ 2017 tentang Pengaturan Kegiatan Usaha Kepariwisataan dan Himbauan Amaliyah Ummat menjelang dan selama bulan Ramadhan serta Hari Raya Idul Fitri di Kota Tangsel.

Terkait dengan surat edaran bersama tersebut, Airin mengatakan kalau dirinya akan bersikap tegas kepada restoran atau rumah makan yang ada di Kota Tangsel apabila kedapatan melanggar, maka akan diberikan sanksi yaitu mulai dari pemberian sanksi administratif berupan teguran secara langsung atau tertulis, penghentian atau penutupan berupa pencabutan surat ijin usaha serta dapat diproses menurut peraturan perundang- undangan yang berlaku.

“Sanksinya sudah jelas apabila pelaku usaha melanggar ketentuan dari surat edaran, kita cabut ijin usahanya. Kalau tahun lalu, hanya dicabut surat ijinnya, sekarang pelaku usahanya dapat ditindak secara hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku”, tegasnya. (1st/hk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Tak penuhi syarat program RUTHL, rumah Nuraini tak bisa diperbaiki

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG –  Nuraini (42) warga Kampung Jaletreng RT 03/03, Kelurahan Serpong, Kecamatan ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com