Pemusanahan Babuk Miras di Tangsel

Airin: Pemkot tak akan pernah lelah melakukan operasi memastikan Tangsel bebas dari miras

Cilenggang, SUARA TANGERANG – Berkomitmen untuk memberantas peredaran minuman keras (miras) di wilayahnya, Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany menyampaikan pihaknya tidak akan pernah lelah untuk melakukan operasi dan razia untuk memastikan kota dengan moto cerdas, modern dan relegius ini terbebas dari minuman keras.

“Pada intinya, kita tidak boleh berhenti, tidak boleh menyerah untuk terus melakukan penindakan atas pelanggaran hukum yang dilakukan terkait peredaran miras di kota Tangsel,” kata Airin usai menjadi pembina upacara HUT Satpol PP, di Lapangan Cilenggang, Selasa (23/5).

Lanjut Airin, meski telah ditetapkan melalui Peraturan Daerah (Perda), dan razia secara rutin dilakukan, tetapi peredaran minuman mengandung etil alkohol di Kota Tangsel justru semakin marak. Hal ini terjadi karena seiring permintaan miras dari sebagian anggota masyarakat masih cukup tinggi.

“Pasti itu akan selalu ada, satu sisi ada suplay dan demand. Jadi masyarakat sendiri nyari. Tapi kalau masyarakatnya sesuai moto Tangsel, cerdas modern dan religius. Serta tidak mau melanggar larangan agama masing-masing, Tangsel bebas miras,” ucap Airin.

Dijelaskannya, Pemerintah Kota Tangsel melalui Perda No.4 Tahun 2014 tentang penyelenggaraan Perizinan dan Pendaftaran Usaha Perindustrian dan Perdagangan, khususnya pasal 122 menegaskan, bahwa Pemkot Tangsel tidak menerbitkan izin usaha industri, izin impor, izin edar dan SIUP bagi pelaku usaha minuman beralkohol serta melarang setiap orang atau badan memproduksi, mengedarkan serta memperdagangkan minuman beralkohol.

Maraknya tempat hiburan malam seperti resto, cafe, karoke dan hotel di kota Tangsel, tidak akan membuat pemerintah goyah dan memastikan akan melegalkan miras di wilayah ini.

“Masyarakat Tangsel tidak mau legalisasi miras, permintaan memang ada, untuk yang di hotel. Karena ada persyaratan katanya hotel bintang 3,4,5. Tapi ini sedang kita kaji,” lanjutnya.

Kata Airin, lahirnya Perda larangan miras itu tumbuh, hadir dan ada atas inisiatif dan permintaan dari masyarakat. “Perda ini tumbuh hadir dan ada atas inisiatif permintaan dari masyarakat, kita pemerintah yang mengesahkannya bersama-sama dengan DPRD. DPRD ini kan perwakilan masyarakat dan otomatis masyarakat tidak mau ada miras di Tangsel,” tegas dia.

Selain itu, Airi juga berharap untuk menegakkan aturan tersebut, para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan para penegak hukum dapat bekerja sama menjaga ketertiban dan keamanan dalam membangun Tangsel menjadi lebih baik dan lebih maju lagi.

Setelah mengikuti apel perayaan HUT Sat Pol PP, Pemkot bersama Polres Tangsel dan Kodim 05/06 Tangerang langsung memusnahkan 26 ribu minuman beralkohol dengan cara diinjak menggunakan buldozer. (1st/H3n)

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Tangsel zona oranye, Benyamin minta masyarakat patuhi protokol kesehatan

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Pemerintah pusat melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 mengumumkan Kota ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com